KPPII Minta Penyelenggaraan World SuperBike di Sirkuit Mandalika Ditunda

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Foto udara tikungan ke-10 di proyek pembangunan lintasan Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin, 7 Juni 2021. Mandalika International Street Circuit masuk dalam kalender penyelenggaraan World Superbike (WSBK 2021)  ANTARA/Ahmad Subaidi

    Foto udara tikungan ke-10 di proyek pembangunan lintasan Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin, 7 Juni 2021. Mandalika International Street Circuit masuk dalam kalender penyelenggaraan World Superbike (WSBK 2021) ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta -  Koalisi Pemantau Pembangunan Infrastruktur Indonesia meminta penyelenggaraan World SuperBike (WSBK) di Sirkuit Internasional Mandalika, di Desa Kuta, Nusa Tenggara Tengah, Ditunda. Koalisi CSO ini pun meminta Direktur Eksekutif SBK, Gregorio Lavilla, agar tidak menyelenggarakan WSBK di Sirkuit tersebut. 

    Koordinator KPPII, Muhammad Al Amin mengatakan bahwa permintaan untuk penundaan WSBK di Sirkuit Mandalika karena masih banyak masyarakat lokal maupun adat sasak yang digusur dari lokasi sirkuit, belum mendapatkan perbaikan hidup dari PT ITDC.

    Selain itu, menurut Amin, ada juga puluhan kepala keluarga yang masih terisolir di lokasi sirkuit. Masyarakat tidak dapat mengelolah tanah, beternak dan mencari kerang, karena menurut masyarakat, pihak ITDC masih melarang warga melakukan aktivitas di sekitar sirkuit karena belum memutuskan apakah ingin membeli lahan masyarakat atau tidak.

    “Dengan kondisi seperti ini, sangat tidak etis kalau World Superbike digelar ditengah penderitaan ratusan warga dan perempuan akibat penggusuran ITDC. Saya berharap Direktur Eksekutif WSBK menunda World Superbike karena mempertimbanhkan konflik lahan dan sosial di sekitar sirkuit," ujar Amin kepada Tempo, Senin, 15 November 2021. 

    Amin menjelaskan bahwa saat berkunjung ke Desa Kuta, terutama di sekitar lokasi sirkuit, ia berdiskusi dengan masyarakat dan perempuan yang menjadi korban penggusuran. Menurut dia, masyarakat sangat berharap agar konflik lahan dan pemenuhan hak masyarakat diselesaikan terlebih dahulu sebelum memulai balapan. 

    “Saat ini, ada 96 kepala keluarga yang masih mengungsi di lahan pemerintah berharap pemukiman kembali dari ITDC. Kemudian ada 66 kepala keluarga yang masih tinggal di lokasi sirkuit hidup terlunta-lunta karena menunggu kejelasan dari ITDC terkait pembebasan lahan," ujar dia.

    Menurut Amin, terdapat 162 orang masyarakat, terkhusus perempuan korban penggusuran akibat proyek sirkuit internasional Mandalika yang perlu penyelesaian konflik lahan dan dampak penggusuran. Ia pun berharap ada langkah persuasif yang dilakukan 
    oleh ITDC. 

    “Kami juga berharap agar Direktur Eksekutif WSBK ikut membantu masyarakat korban agar memperoleh hak dasarnya sebagai manusia," ujar dia.

    Perhelatan World Superbike di Sirkuit Mandalika direncanakan akan digelar pada 19-20 November mendatang. Rencananya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan secara langsung meresmikan Sirkuit Internasional tersebut.

     

    IRSYAN HASYIM

    Baca Juga: Begini Penjelasan IMI Soal Penundaan Asia Talent Cup di Sirkuit Mandalika

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu. 

     

     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.