Tersingkir di Indonesia Open 2021, Ini Penyesalan Gregoria Mariska Tunjung

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengembalikan kok ke arah tunggal putri Belgia Lianne Tan dalam penyisihan Grup M Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Rabu 28 Juli 2021. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengembalikan kok ke arah tunggal putri Belgia Lianne Tan dalam penyisihan Grup M Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Rabu 28 Juli 2021. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, JakartaGregoria Mariska Tunjung menyesali kekalahannya di babak kedua Indonesia Open di Nusa Dua, Bali, Kamis, 25 November 2021. Musababnya, ia menilai penampilannya kurang maksimal dan tidak tepat dalam mengambil keputusan strategi menghadapi wakil Thailand, Pornpawee Chochuwong.

    Kesalahan strategi itu membuatnya banyak melakukan kesalahan yang merugikan. Gregoria pun harus terhenti setelah pertandingan tiga gim dengan skor 21-11, 9-21, 20-22 dari Pornpawee.

    "Jujur masih belum puas dengan penampilan tadi, karena di gim kedua saya banyak melakukan kesalahan sendiri saat lawan sudah mulai mengubah pola permainan," tutur Gregoria setelah pertandingan usai.

    Atlet bulu tangkis asal Wonogiri ini mengemas keunggulan di gim pertama. Namun, keadaan berbalik di gim kedua. Permainan Gregoria tidak berkembang karena terus mengalami tekanan dari atlet tunggal putri peringkat 10 dunia tersebut.

    Meski mengaku tak memikirkan menang atau kalah di Indonesia Open 2021, penyesalan terbesar Gregoria terletak di aspek permainannya yang tidak baik. Gregoria sempat berdiskusi dengan pelatih di sesi istirahat, tetapi dia kesulitan untuk mengeksekusi teknik dan strateginya di lapangan.

    Di gim ketiga, kata atlet nomor 25 dunia itu, sebenarnya ingin lebih bertahan untuk mengantisipasi serangan balik Pornpawee dan mempertahankan keunggulan. Namun, Gregoria justru tapil angin-anginan. Hasilnya, kesalahan Gregoria mampu dimanfaatkan Pornpawee untuk menyerang dan berbalik unggul.

    "Di gim ketiga terlalu hati-hati, saya ingin main aman tapi malah jadi ragu-ragu sehingga lawan lebih leluasa untuk menekan, menyerang," kata Gregoria.

    Rampung di turnamen tingkat Super 1000 ini, Gregoria akan fokus untuk berlaga di Kejuraan Dunia atau BWF World Championship 2021. Dengan tidak lolosnya dia pada BWF World Tour Finals (WTF), ia mengaku punya waktu untuk mempersiapkan diri.

    "Saya pastinya ingin kasih yang terbaik. Saya kan tidak lolos BWF World Tour Finals, punya beberapa minggu sebelum persiapan. Harapannya apa yang kurang di sini dan di pertandingan sebelumnya bisa diperbaiki dalam waktu sebelum berangkat ke kejuaraan dunia," kata Gregoria.

    Baca juga : Gagal di Indonesia Open 2021, Hendra / Ahsan Alihkan Fokus ke Kejuaraan Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pentingnya Air Putih Setelah Anda Makan

    Makan tentu tak nikmat bila tidak minum air putih setelahnya. Selain nikmat, air putih juga memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.