Prancis Berpeluang Menjuarai Piala Hopman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Perth: Petenis Alize Cornet dan Gilles Simon akan menjadi kekuatan Prancis dalam turnamen Piala Hopman yang akan dimulai Sabtu mendatang. Mereka berharap dapat mengakhiri penantian panjang negara mereka untuk lepas dari masa paceklik gelar. Kini, tim yan diunggulkan di tempat ketiga itu menjadi sangat diperhitungkan untuk menjuarai turnamen yang hanya diikuti delapan negara itu.

    Persaingan semakin terbuka lebar setelah Serena Williams memilih mengundurkan diri dari tim Amerika Serikat. Williams mundur akibat cedera hamstring yang sedang dideritanya. Posisi petenis unggulan dunia ini bahkan digantikan oleh petenis peringkat 836 dunia, Meghann Shaughnessy. Kali ini, rekan Meghann adalah petenis peringkat 10 dunia, James Blake. 

    Padahal tahun lalu, saat bersama dengan Mardi Fish, Serena memberikan kemenangan bagi Amerika Serikat. Bahkan, petenis putri yang kini bertengger pada peringkat 2 dunia itu tidak pernah kalah dalam satu pertandingan pun kala itu. 

    Kini, Perancis yang telah bertarung pada 15 turnamen Piala Hopman berada di bawah Amerika Serikat dan Rusia. Alize yang bermodalkan peringkat 16 dan Simon dengan peringkat tujuh, telah membuat mereka memiliki peringkat gabungan tertinggi, 23. 

    Mereka akan mencoba untuk memperbaiki apa yang pernah dicapai Mary Pierce dan Cedric Pioline pada tahun 1998. Pierce dan Pioline dikalahkan pasangan Slovakia Karol Kucera dan Karina Habsodova di babak final. 

    Tantangan pertama yang harus dihadapi adalah pemenang Piala Hopman Asia asal Taiwan, Hsieh Su-wei and Lu Yen-hsun dalam pertandingan pertama Group B. Selain Taiwan, ada juga tim Rusia yang diperkuat kakak beradik Marat Safin dan Dinara Safina. Tim Italia Flavia Pennetta dengan Simone Bolelli juga akan berebut kemenangan yang sama demi mencapai partai final Jumat, 9 Januari mendatang. 

    Di atas kertas, Simon akan cukup tangguh untuk bisa meraup kemenangan pada semua nomor tunggal. Pada tahun 2008, petenis yang sudah menginjak usia 24 tahun ini melambung jauh dalam karirnya dan mampu duduk pada peringkat 7 dunia. Simon bisa memenangi 51 dari 78 pertandingan yang diikutinya sepanjang tahun 2008.

    Rekan Simon, Cornet juga tidak dapat diremehkan begitu saja. Petenis belia berusia 18 tahun ini sedang berada dalam puncak performanya. Tahun lalu, Cornet tercatat mampu mengalahkan beberapa petenis unggulan seperti Svetlana Kuznetsova, Anna Chakvadatze, Nicole Vaidisova, dan Daniela Hantuchova.

    Sementara itu, pada group A, tim Amerika Serikat (Shaughnessy dan Blake) akan bersaing dengan pasangan tuan rumah yang baru saja sembuh dari cedera, Casey Dellacqua dan Lleyton Hewitt. Dua pasangan lain yang juga menjadi pesaing mereka adalah tim Jerman yang diperkuat Sabine Lisicki dan Nicolas Kiefer, serta pasangan Slovakia Dominik Hrbaty dan Dominika Cibulkova. 

    Meski telah menang lima kali dalam turnamen ini, pasangan AS bukan menjadi unggulan teratas di grup A melainkan Australia. Itu merupakan imbas dari mundurnya Williams dalam turnamen ini. Petenis Jerman Nicolas Kiefer pun mengakui bahwa memang kekuatan Australia terutama dari Lleyton Hewitt cukup berbahaya. "Tidak pernah mudah melawan dia (Hewitt), apalagi di sini (Perth)," katanya. 

    AFP | HOPMANCUP.COM | EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.