Reaksi Cina Usai WTA Tunda Semua Turnamen Tenis Dunia Karena Peng Shuai

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petenis Cina, Peng Shuai. REUTERS/Adnan Abidi

    Petenis Cina, Peng Shuai. REUTERS/Adnan Abidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina bereaksi setelah Asosiasi Tenis Wanita (WTA) menangguhkan semua turnamen tenis dunia sebagai aksi solidaritas terhadap Peng Shuai. Nasib mantan ganda putri nomor satu dunia itu menjadi pertanyaan setelah mengunggah pesan di media sosial dengan tuduhan pelecehan seksual oleh mantan Wakil Perdana Menteri Cina, Zhang Gaoli.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Wang Wenbin, tidak secara langsung menyebut WTA sebagai sasaran kritiknya. Namun, dikutip dari Reuters, dengan tegas, ia mengatakan bahwa, "Cina menentang politisasi olahraga."

    Dalam sebuah editorial, surat kabar Global Times, yang diterbitkan oleh People's Daily, partai penguasa Cina mengatakan WTA mengkhianati semangat Olimpiade dan membawa politik ke olahraga tenis.

    "Beberapa kekuatan di Barat sedang menghasut pemboikotan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022," ujarnya. Pandangan ini beralasan setelah pemerintah Cina melihat adanya usaha boikot dari kelompok hak asasi manusia di Cina pada Februari lalu.

    Baik Zhang, yang selesai masa jabatan pada tahun 2018, maupun pemerintah Cina tidak mengomentari tuduhan Peng Shuai. Topik tersebut juga telah diblokir di jejaring internet Cina. Association of Tennis Professionals (ATP) menilai situasi Peng menimbulkan kekhawatiran serius di dalam dan di luar olahraga.

    "Tanggapan terhadap kekhawatiran itu sejauh ini gagal. Kami sekali lagi mendesak adanya jalur komunikasi langsung terbuka antara pemain dan WTA untuk membangun gambaran yang lebih jelas tentang situasinya," kata Ketua ATP Andrea Gaudenzi.

    Peng, atlet yang turun di tiga Olimpiade, muncul pada pertengahan November lalu saat makan malam dengan teman-teman dan turnamen tenis anak-anak di Beijing. Foto dan videonya diterbitkan oleh media pemerintah Cina dan oleh penyelenggara turnamen.

    Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan telah mengadakan panggilan video kedua dengan pemain berusia 35 tahun itu pada Rabu lalu. IOC mengatakan telah menawarkan dukungannya dan telah menyetujui pertemuan pribadi pada Januari mendatang. "Dia tampak aman dan sehat, mengingat situasi sulit yang dia hadapi," kata IOC.

    Baca juga : WTA Tunda Semua Turnamen Tenis Dunia di China Karena Kasus Peng Shuai


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Sepakati Travel Bubble dengan Singapura, Ini Penjelasannya...

    Indonesia membuka pintu pariwisata melalui Travel Bubble. Wisatawan yang memenuhi syarat dapat menyeberang ke Singapura melalui Batam dan Bintan.