Marcos Baghdatis Tersingkir di Brisbane International

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Brisbane: Upaya petenis Siprus Marcos Baghdatis untuk mengembalikan kejayaannya di dunia tenis menemui jalan buntu setelah disingkirkan petenis Finlandia Jarkko Nieminen di Brisbane International, Senin (5/1). Padahal, Baghdatis berharap Brisbane International menjadi titik kebangkitan setelah absen cukup lama akibat cedera tahun lalu.

    Mantan petenis nomor delapan dunia in sempat menang di set pertama sebelum menyerah di dua set berikutnya dengan kedudukan 5-7, 6-1, 6-4. Baghdatis menilai kondisi fisiknya yang belum fit sangat terlihat pada pertandingan melawan Nieminen.

    Kendati sempat memanggil pelatihnya di akhir set kedua, Baghdatis mengaku dirinya tidak mau menyalahkan cedera kaki yang dialaminya sebagai penyebab kekalahan dari Nieminen.

    "Fisik saya belum siap untuk bermain. Dan saya harus bekerja keras untuk membenahi itu dalam 15 hari berikutnya sebelum turnamen saya mendatang," ujar Baghdatis. "Akan tetapi... cara saya memukul bola sudah bagus. Secara taktik, saya bisa membenahi itu sedikit lagi."

    Menurut Baghdatis, masalah di kakinya pada set kedua saat kedudukan 1-5 terjadi karena ia kelelahan. Pada turnamen selanjutnya, petenis berusia 23 tahun tersebut bakal tampil di ajang Kooyong Classic dengan sistem round robin di Melbourne. Turnamen ini digelar sepekan sebelum Australia Terbuka.

    Baghdatis sendiri berharap bisa tampil di Australia Terbuka. Ia menargetkan bertahan di pekan kedua pada ajang Grand Slam pertama musim ini.

    "Itu semua tergantung hasil undian dan sedikit keberuntungan. Tahun lalu saya mendapat undian yang berat. Saya berharap tahun ini saya sedikit beruntung dan bisa bertahan hingga pekan kedua di Australia Terbuka sudah bagus," lanjut Baghdatis.

    AFP| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.