Fabio Quartararo: Anda Harus Kejam untuk Menjadi Juara Dunia MotoGP

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Fabio Quartararo, disemprotkan sampenye saat melakukan selebrasi di atas podium setelah menjadi juara dunia MotoGP setelah balapan di Emilia Romagna Grand Prix di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Misano, 24 Oktober 2021.  REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Fabio Quartararo, disemprotkan sampenye saat melakukan selebrasi di atas podium setelah menjadi juara dunia MotoGP setelah balapan di Emilia Romagna Grand Prix di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Misano, 24 Oktober 2021. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberhasilan Fabio Quartararo menjadi juara dunia MotoGP 2021 mengejutkan pencinta olahraga balap motor. Pembalap Monster Energy Yamaha itu meraih gelar perdana usai menampilkan performa yang dominan hampir sepanjang musim.

    Dari 18 seri balapan yang digelar, Quartararo berhasil naik podium teratas sebanyak lima kali dan mengumpulkan 278 poin. Pembalap berjulukan El Diablo itu seakan menebus kesalahan pada MotoGP 2020 ketika gagal menunjukkan penampilan yang konsisten.

    Namun, kesuksesan Quartararo tak diraih dengan mudah. Ia sempat mengalami masa kelam yang membuatnya benar-benar terpuruk. "Saat saya memenangi titel, pikiran saya melayang ke tahun-tahun ketika tidak ada yang percaya dengan kemampuan saya," ujarnya dikutip dari Corsedimoto.

    "Banyak orang berkomentar di Instagram saya setelah saya tampil buruk pada musim lalu (MotoGP 2020). Saya sempat mengunggah foto saat bersama teman-teman di pantai. Lalu, ada yang mengatakan, 'Lebih baik kamu latihan daripada pergi ke pantai'. Kata-kata itu sangat menyakitkan karena saya telah memberikan semuanya," tutur Quartararo bercerita.

    Pembalap asal Prancis tersebut akhirnya bangkit pada MotoGP 2021. Ia mampu meninggalkan keterpurukannya dan menjadi pembalap yang lebih dewasa di lintasan. "Kalau Anda ingin menjadi orang manis, Anda tak dapat mengawali balapan. Saya menyebut diri saya sebagai pembunuh saat berada di atas motor. Tanpa melakukan itu, saya tidak bisa jadi juara dunia," ujarnya.

    "Soal pertemanan juga harus dijaga. Respek kepada sesama pembalap boleh-boleh saja, tapi tidak boleh berteman terlalu dekat. Kesendirian adalah harga yang harus dibayar kalau mau jadi juara. Toh, kebahagiaan akan terasa makin penuh jika Anda tahu perjuangan yang harus dilakukan untuk meraihnya."

    "Terakhir, saya punya Eric (Mahe, manajernya), Tom (Thomas Baumant, sahabatnya), dan keluarga. Karena itulah saya selalu bersenang-senang," ujar Fabio Quartararo soal kiat menjadi juara dunia MotoGP tahun lalu.

    Baca juga : Persiapan MotoGP Mandalika, Jokowi Cek Bandara, Sirkuit, hingga Homestay


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Sepakati Travel Bubble dengan Singapura, Ini Penjelasannya...

    Indonesia membuka pintu pariwisata melalui Travel Bubble. Wisatawan yang memenuhi syarat dapat menyeberang ke Singapura melalui Batam dan Bintan.