Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kurniawan Dwi Yulianto Senang Sanksi WADA Dicabut

Reporter

Editor

Nurdin Saleh

image-gnews
Kurniawan Dwi Yulianto. (Instagram/@kurniawanqana)
Kurniawan Dwi Yulianto. (Instagram/@kurniawanqana)
Iklan

TEMPO.CO, JakartaLegenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menyambut gembira bahwa bendera Merah Putih akhirnya bisa segera berkibar lagi di ajang olahraga internasional. Pengibaran bendera itu bisa dilakukan seiring dicabutnya sanksi WADA (Lembaga Anti-Doping Dunia) untuk LADI yang akan dicabut per Februari mendatang.

"Pertama, Alhamdulilah karena pada akhirnya semua atlet Indonesia bisa mengibarkan bendera Merah Putih di segala event," kata Kurniawan Dwi Yulianto seperti dikutip Antara, Selasa.

Kurniawan yang baru saja dipercaya menjadi Asisten Pelatih Tim Seri B Italia Como 1907 itu mengakui bahwa kebanggaan terbesar sebagai atlet adalah bisa mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional.

"Karena bagi kami mantan atlet bahkan atlet sekarang berkibarnya bendera Merah Putih adalah sesuatu yang bisa memotivasi para atlet, suatu kebanggaan yang tidak ada duanya," ujarnya.

Sosok yang juga akrab disapa Si Kurus itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah dengan gigih memperjuangkan bebasnya sanksi tersebut.

Sebagai diketahui, seiring sanksi WADA pada Oktober tahun lalu, Menpora Zainudin Amali secara cepat merespons dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Masalah yang dipimpin President NOC Raja Sapta Oktohari.

Atas kerja keras tim tersebut, WADA mengapresiasi dan percaya bahwa Indonesia akan patuh segala aturan ke depannya.

"Terima kasih semua pihak yang sudah bekerja keras memperjuangkan akhirnya bendera Merah Putih bisa berkibar kembali," kata Kurniawan.

Terlepas dari suksesnya mengembalikan kepercayaan WADA dan berencana segera mencabut sanksi, pria kelahiran Magelang, 13 Juli 1976 itu berharap hal tersebut tidak terulang kembali.

Menurut dia, peristiwa yang mencederai perjuangan pahlawan olahraga itu hendaknya menjadi yang terakhir dan jangan pernah terjadi lagi.

Jadi, kata dia, bagi para atlet yang sudah berjuang mati-matian tidak berujung kekecewaan hanya karena persoalan ketidakpatuhan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

"Ini mudah-mudahan menjadi pelajaran terakhir untuk agar kita ke depannya selalu mematuhi dan menjalankan apa yang menjadi prosedur tentang doping ini sehingga tidak menjadi sanksi-sanksi seperti ini," tegasnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selanjutnya: Kata KOI Soal Pencabutan Sanksi WADA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan Lapor ke FIFA Soal Dugaan Rasisme Pemain Como kepada Hwang Hee-chan

1 hari lalu

Pemain Wolverhampton Wanderers Hwang Hee-chan. REUTERS/Dylan Martinez
Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan Lapor ke FIFA Soal Dugaan Rasisme Pemain Como kepada Hwang Hee-chan

Asosiasi sepak bola Korea Selatan melapor kepada FIFA atas dugaan tindakan rasisme yang dilakukan pemain Como kepada Hwang Hee-chan.


Cesc Fabregas Senang Dipercaya Jadi Pelatih Kepala Como 1907 setelah Promosi ke Serie A Liga Italia

1 hari lalu

Pelatih Como Cesc Fabregas. Foto : Como
Cesc Fabregas Senang Dipercaya Jadi Pelatih Kepala Como 1907 setelah Promosi ke Serie A Liga Italia

Cesc Fabregas ditunjuk sebagai pelatih kepala Como 1907 setelah menjadi asisten dan pelatih sementara musim lalu.


3 Berita Bursa Transfer Terkini: Adrien Rabiot, Pepe Reina, Lucas Vazquez

2 hari lalu

Adrien Rabiot. REUTERS
3 Berita Bursa Transfer Terkini: Adrien Rabiot, Pepe Reina, Lucas Vazquez

Berita bursa transfer terkini menampilkan kabar soal Adrien Rabiot, Pepe Reina, dan Lucas Vazquez.


Dana Kebutuhan Atlet untuk Olimpiade Paris 2024 Belum Cair, KOI Targetkan Penyaluran Dilakukan H-3 Pembukaan

3 hari lalu

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Wijaya Noeradi saat ditemui di Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juli 2204. TEMPO/Randy
Dana Kebutuhan Atlet untuk Olimpiade Paris 2024 Belum Cair, KOI Targetkan Penyaluran Dilakukan H-3 Pembukaan

Sekjen KOI Wijaya Noeradi mengakui dana bantuan pemerintah tidak cukup memenuhi kebutuhan atlet selama Olimpiade Paris 2024.


Atlet Olimpiade Paris 2024 Berangkat Bergilir Mulai 13 Juli, Cabang Bulu Tangkis yang Pertama

7 hari lalu

Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari (kiri) menyerahkan nasi tumpeng kepada atlet Olimpiade bulu tangkis Indonesia Fajar Alfian (kanan) usai doa bersama di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2024. Indonesia mengirimkan enam wakil di cabor bulu tangkis Olimpiade Paris 2024. ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Atlet Olimpiade Paris 2024 Berangkat Bergilir Mulai 13 Juli, Cabang Bulu Tangkis yang Pertama

Sebanyak 29 atlet Indonesia akan bertanding di Olimpiade Paris 2024 yang akan mulai bergulir pada 26 Juli mendatang.


Bursa Transfer Liga Italia: Como 1907 Segera Datangkan Pepe Reina, Alberto Moreno, dan Raphael Varane

8 hari lalu

Raphael Varane saat masih membela Manchester United. REUTERS/Carl Recine |
Bursa Transfer Liga Italia: Como 1907 Segera Datangkan Pepe Reina, Alberto Moreno, dan Raphael Varane

Pemain-pemain veteran dan berpengalaman seperti Pepe Reina, Alberto Moreno, hingga Raphael Varane dilaporkan segera bergabung dengan Como 1907.


Indonesia Menatap Olimpiade Paris 2024: Diperkuat 29 Atlet, Seperti Apa Peluang Jaga Tradisi Emas?

10 hari lalu

Presiden Joko Widodo menyalami kontingen Indonesia saat pelepasan untuk Olimpiade Paris 2024 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2024. Sebanyak 29 atlet dari 12 cabang olahraga akan mewakili Indonesia pada Olimpiade ke-33 tahun 2024 di Paris, Prancis. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Indonesia Menatap Olimpiade Paris 2024: Diperkuat 29 Atlet, Seperti Apa Peluang Jaga Tradisi Emas?

Indonesia siap tampil di Olimpiade Paris 2024, yang akan berlangsung 26 Juli hingga Agustus. Bagaimana peluang mempertahankan tradisi emas?


Tim Indonesia Siapkan Strategi Khusus Atasi Cuaca Panas Saat Olimpiade Paris 2024

12 hari lalu

Chef de Mission Tim Indonesia Olimpiade Paris 2024 Anindya Bakrie dan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari saat ditemui di Nusantara Garden, Darmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juli 2024. TEMPO/Randy
Tim Indonesia Siapkan Strategi Khusus Atasi Cuaca Panas Saat Olimpiade Paris 2024

Ketua KOI Raja Sapta Oktohari dan Chef de Mission Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024 Anindya Bakrie memberikan kabar terkini persiapan tim Indonesia.


4 Fakta Terkini Persiapan Tim Indonesia Jelang Olimpiade Paris 2024

12 hari lalu

Desain kaus Timnas Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024. ANTARA/Kemenpora
4 Fakta Terkini Persiapan Tim Indonesia Jelang Olimpiade Paris 2024

Mulai target hingga atlet yang diunggulkan menjadi beberapa fakta terkini dari persiapan tim Indonesia menuju Olimpiade Paris 2024.


Target Olimpiade Paris 2024 Belum Ditetapkan, Ketua NOC Raja Sapta Oktohari Ungkap Alasannya

17 hari lalu

Ketum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari (tengah) bersama Menpora Dito Ariotedjo (kanan) dan Desainer Didit Hediprasetyo (kiri) menyampaikan keterangan pers pada pameran fotografi dalam rangka
Target Olimpiade Paris 2024 Belum Ditetapkan, Ketua NOC Raja Sapta Oktohari Ungkap Alasannya

Ketua NOC Raja Sapta Oktohari mengisyaratkan target Olimpiade Paris 2024 bakal ditetapkan setelah pelepasan atlet bersama Presiden Joko Widodo.