Jelena Dokic Bangkit di Bawah Bayang-bayang Sang Ayah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • jelenadokic.com

    jelenadokic.com

    TEMPO Interaktif , Melbourne: Dengan wild card di tangan, Jelena Dokic belum bisa menegakkan wajahnya memasuki arena tenis Melbourne Park. Namun petenis asal Serbia --yang membawa Bendera Australia-- ini masih menyimpan semangatnya yang pernah pupus untuk berjaya di Rod Laver Arena.

    dokic

    Dokic memang fenomenal. Dibesarkan ayahnya Damir Dokic –seorang pemabuk dan pemarah--, Jelena tumbuh menjadi petenis yang temperamen dan ulet mengembalikan bola. Dominasi ayahnya yang melampui batas, membawanya kepada kehancuran ketika dia harus hengkang dari Turnamen Grand Slam Australia Terbuka 2001.


    Gara-garanya sepele, Damir tidak terima dengan drawing yang dianggapnya memberatkan perjalanan Jelena menuju final saat itu. “Saya menyalahkan panitia tidak berbuat apa-apa,” ujar Damir, yang menganggap kepindahan anaknya ke Australia akan diuntungkan sebagai petenis tuan rumah. “Sekarang saya sadar, saya yang salah.”

     

    Sejak itulah, Ayah dan anak itu kembali ke tanah kelahiranya di Serbia. Padahal, melihat sejarah perkembangan Jelena Dokic di dunia tenis, jelas talentanya mendukung menjadi bintang tenis dunia. Lihat saja, saat usia nya menginjak 15 tahun, dia membuat kejutan dengan mengalahkan Martina Hingis di putaran pertama Wimbledon 1999. Tahun 2002, Dokic mencapai semi final grand slam lapangan rumput itu dan menempati peringkat empat dunia, pada usia 17 tahun.

     

    Akhirnya, ayahnya menyadari kesalahannya. “Saya minta maaf karena pernah mengganjal karir tenis anak saya,” ujar Damir, yang pernah marah-marah dengan pelayan restoran, gara-gara harga makanan yang mahal saat turnamen grand slam AS terbuka. Damir yang juga pernah membanting telepon selular wartawan.

     

    Sejak kembalinya ke dunia tenis tahun lalu, Dokic masih berada dalam peringkat 100 besar dunia, termasuk saat ikut turnamen Australia Terbuka 2009 ini. Kini dia ingin bangkit lagi. “Saya harus mengubah cita-cita saya sekarang juga.”


    Dalam perjalanannya di Australia Terbuka ini, Dokic telah mengalahkan Anna Chakvetadze (unggulan ke-17) ke putaran kedua, kemudian menyisihkan Caroline Wozniacki (unggulan 11) dan akhirnya berhasil mengalahkan Alisa Kleybanova untuk mencapai perempatfinal dan menantang Dinara Safina.


    Petenis kelahiran Yugoslavia 12 April 1983 ini, memang sudah tidak terlihat seperti dulu., temperamen di dalam lapangan dan keras di luar lapangan. Perjalanan karir tenis Jelena masih diiringi Damir, ayahnya. Bisakah dia bangkit lagi menembus persaingan tenis dunia yang sangat ketat? Kita tunggu saja.


    MELBOURNE HERALD SUN| JELENADOKIC.COM| AUSOPEN.COM| | NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.