Chris John Taklukkan Kiblat para Petinju

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Wahyu Setiawan

    Tempo/Wahyu Setiawan

    chris johnTEMPO Interaktif, Jakarta: Juara dunia tinju kelas bulu versi WBA, Chris John, sudah punya sasaran siapa yang mau ditumbangkan, yaitu petinju Amerika Serikat , Rocky Juarez. Sanga Naga, sebutan Chris John, sudah mempertahankan sabuk gelar juaranya sebanyak 10 kali. Ia kini sibuk mengurus segala keperluan menjelang keberangkatannya ke Houston, Texas, Amerika Serikat.

    Chris akan mencota tidak melepaskan sabuk gelar juaranya melawan Rocky Juarez pada 28 Februari nanti. Di sela kesibukannya berlatih, Chris bersedia menerima para wartawan untuk berbincang panjang lebar di apartemennya di kawasan Sudirman kemarin. Berikut petikannya.

    Rencana persiapan seperti apa yang akan dilakukan di Jakarta ini?
    Nanti sore (kemarin) saya akan latihan lagi dan sparing. Lawannya sama dengan yang kemarin (juara nasional kelas bulu junior, Marangin Marbun, dan petinju kelas ringan junior, Roy Manihuruk) karena mereka sudah sangat bagus. Mereka sudah bisa menjadi lawan tanding yang bisa mengimbangi saya. Jadi itu pula yang jadi pertimbangan. Setelah itu saya belum tahu apa yang akan dilakukan lagi nanti.


    Bagaimana rasanya berlatih dengan Craig?

    Dengan Craig (Christian dari Australia) ada kecocokan antara pelatih dan atlet. Bersama dia, beberapa kali saya bisa mempertahankan sabuk gelar juara. Saya merasa bisa enjoy saja dengan dia. Dia merupakan seorang pelatih yang selalu mau belajar, selalu mencari metode latihan yang bagus. Craig tak hanya pelatih, dia juga manajer saya. Untuk hubungan ke promotor atau match maker (penata tanding), dia selalu aktif. Itu yang penting. Jangan sampai sebagai petinju hanya tahu latihan, tetapi tidak pernah bisa bertanding.

    Persiapan seperti apa yang akan dilakukan saat tiba di Houston nanti?
    Yang penting adalah adaptasi tempat aja. Saya merasa teknik latihan akan sama saja seperti biasa, namun mungkin jadinya perlu baju yang lebih menghangatkan untuk latihan. Perbedaan itu akan berpengaruh, mungkin lebih untuk adaptasi perbedaan kadar oksigen yang ada.


    Apakah sebelumnya pernah bertanding dalam kondisi udara yang lebih rendah?

    Pernah memang. Saya tidak ingat tahunnya, 2007 atau 2006, saat bertanding di Australia. Waktu itu pas kebetulan sedang dingin. Jadi persiapannya kurang lebih sama saja dengan itu. Dan saya juga mempunyai alat khusus untuk bisa mengatur kadar oksigen yang harus saya dapatkan selama latihan. Itu juga membantu saya untuk bisa siap dalam segala kondisi.

    Jika dibandingkan dengan yang sekarang, biasanya persiapan di tempat pertandingan berapa lama?
    Kali ini memang kami akan datang lebih awal, satu bulan sebelumnya. Biasanya, 10 hari saja persiapan sebelum pertandingan sudah cukup.

    Apakah ada persiapan khusus menghadapi pertarungan kali ini?
    Persiapan seperti biasa sama dengan persiapan-persiapan sebelumnya. Programnya sudah ada, namun biasanya kami melihat dan mempelajari bagaimana gaya lawan kami. Karakternya berbeda-beda, jadi yang perlu kami pelajari dan perlu siasati bagaimana untuk menanganinya.

    Bagaimana dengan lawan, Rocky Juarez?
    Lawan saya itu memang memiliki rekor yang cukup baik. Dari pertama saya melihat, dia memang perlu diwaspadai, dari staminanya, juga pukulannya yang mematikan. Dia bertipe counter fighter. Dia lebih banyak mendesak lawan untuk menyerang. Dia menunggu lawan untuk memukul dan melawan balik. Rekor pertandingannya bagus dan untuk di amatir pun tidak kalah bagus, dia peraih perak Olimpiade. Saya lihat dalam rekaman pertandingan.

    Tipikalnya seperti apa?
    Lebih ke gaya-gaya Mexican fighter yang memiliki fisik bagus, stabil sampai terakhir, juga counter-counter pukulan yang cukup bagus. Dan, untuk menghadapi itu, strategi yang saya pakai sepertinya akan lebih bermain jarak, melakukan hit and run.


    Apakah ada persiapan khusus untuk menghadapi besarnya pendukung lawan di sana?

    Kembali lagi bagaimana persiapan mental kita. Kalau siap dan bagus, pasti akan baik-baik saja. Kami pun berusaha mengumpulkan massa di sana. Sama seperti yang kami lakukan sebelum-sebelumnya, yang terakhir tahun lalu di Jepang. Walau sedikit, ada suaranya. Dan, untuk yang sekarang pun, kami juga sudah berusaha mengontak konsulat jenderal atau komunitas kita di sana untuk mengumpulkan massa.

    Bagaimana peluang untuk menang?
    Maunya menang, tetapi saya tidak bisa ngomong gimana. Saya sangat waspada sekali, hati-hati banget. Dilihat dari performanya, dia memang patut disejajarkan dengan petinju level-level juara dunia. Mudah-mudahan bisa menang. Menang poin saja sudah sangat bagus.

    Untuk pertama kalinya Anda tampil di Amerika. Apa ada tekanan-tekanan tersendiri?
    Mungkin saat sudah dekat dengan pertandingan baru akan terasa. Kalau sekarang ini masih biasa saja.

    Dalam tinju, ada semacam perbedaan tradisi. Seperti untuk para petinju Asia, mereka akan saling memuji lawan mereka. Hal itu tidak terjadi di Amerika, mereka akan lebih saling menjatuhkan. Bagaimana untuk menghadapi perbedaan tradisi itu?
    Yang benar itu, memang yang dilakukan di sana pasti akan gempar. Tetapi saya akan biasa-biasa saja. Saya akan mencoba realistis aja. Yang pasti, saya akan berusaha keras, itu saja. Saya akan lebih berkata apa adanya. Kalau lawan memang bagus, ya harus dibilang bagus. Kalau dilihat dari upaya merebut gelar, saya bisa bilang dia selalu gagal melakukan itu.

    Bila lawan mulai menganggap remeh, bagaimana tanggapan Anda?
    Sah-sah saja untuk berkata apa pun. Tetapi, menurut saya, itu akan menjadi tantangan tersendiri untuk saya. Memang inilah ajang pembuktian bagi saya. Tujuan semua petinju profesional mana pun adalah bisa bertanding di Amerika. Itulah kiblat para petinju.

    Apakah ada peran pemerintah untuk persiapan ini?
    Banyaklah. Mereka tetap kontak dengan kedutaan besar setempat. Mereka yang membantu saya untuk persiapan. Jika ada kendala atau kekurangan, mereka bisa bantu. Mereka yang juga membantu saat kami tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pada saat kami menunjukkan bahwa kami juga membutuhkan dukungan mereka, mereka akan siap membantu.

    Kalau dari keluarga sendiri, apakah ada alasan tertentu untuk tidak membawa serta keluarga setiap bertanding?
    Saya merasa saya lebih bisa berfokus bertanding tanpa perlu memikirkan bagaimana keluarga dan anak-anak. Jadi itulah yang saya jalani. Kadang saya hanya mencoba memanfaatkan kesempatan seperti ini untuk bisa berkumpul dengan keluarga. Saya merasa saat seperti ini sangat berharga. Dan, kalau sedang berjauhan, kami sering menggunakan fasilitas webcam untuk bisa ngobrol dengan keluarga.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.