Akhir Dramatis Kemenangan Nadal dan Tangis Federer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • afp| William West

    afp| William West

    TEMPO Interaktif ,  Melbourne: Rafael Nadal merangkul Roger Federer. Bulir-bulir air mata yang sempat membasahi pipi petenis Swiss ini mulai mengering, dan senyum tipis tersungging. Nadal juara sejati.

    final

     

    Pentas selama empat jam 23 menit terjadi di Rod Laver Arena, yang menyuguhkan ambisi, teknik dan taktik dua petenis yang mempunyai satu tujuan, yakni menang. Saat pentas usai, klimaks pun terjadi ketika Nadal dan dan Federer berpelukan, setelah petenis Spanyol itu menutup permainan dengan 7-5, 3-6, 7-6 (7/3), 3-6, 6-2.

     

     

    Federer mengakui bahwa ini adalah pertandingan dalam sejarah karirnya dimana dia merasa ingin benar-benar harus memenangkannya. “Tuhan telah membunuh saya,” ujarnya pendek.


    Namun cepat-cepat, Federer menukas, bahwa tidak semua pertandingan bisa dimenangkannya. “Kalah juga selalu ada dalam kehidupan kita,” ujarnya.


    Ambisi Federer, selain memenangkan pertandingan ini sekaligus bisa menggeser posisinya ke peringkat pertama dunia dan menutup rekor Pete Sampras merebut gelar grand slam ke-14.

     

    Sementara bagi Nadal, kemenangan ini merupakan koleksi gelar Grand Slam-nya yang keenam, sekaligus meningkatkan poin dan memperlebar jarak untuk bisa digeser posisinya oleh Federer. “Ini memang kemenangan yang spesial bagi saya. Mimpi saya unuk bisa memenangi Grand Slam dengan lapangan keras seperti ini,” ujarnya.


    nadal

    Kemenangan ini bagi Nadal, sebagai buah dari latihan dan kerja kerasnya di luar lapangan untuk bisa berjaya tidak hanya di lapangan tanah liat. “Saya benar-benar bahagia dengan hasil ini.”


     

    Petenis kidal ini berlatih selama sepuluh jam dalam tiga hari dan berhasil menjadikannya petenis Spanyol pertama yang berhasil merebut gelar di lapangan plexi pave Melbourne ini. Prestasinya dimulai, saat berhasil merebut gelar Grand Slam Prancis Terbuka tahun 2005, ketika masih berusia 19 tahun.

     

    Pertemuan bersejarah pertama kali kedua petenis ini saat di final Wimbledon tahun lalu. Saat itu Nadal mengakhiri kejayaan Federer yang lima kali juara dan menduduki peringkat pertama dunia. Di Australia Terbuka hal ini terulang.

    federer

    Sampai sekarang pertemuan mereka di final Grand Slam sudah tujuh kali dan Nadal unggul 5-2 dan pertemuan secara keseluruhan 13-6. Sedangkan Nadal baru bisa mengalahkan Federer di lapangan keras di tahun 2006 dan di turnamen Grand Slam baru di Australia Terbuka ini.


    AP| AUSTRALIAOPEN.COM| HERALDSUN| MELBOURNE| NUR HARYANTO






     


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.