Kata Joko Suprianto Soal Kiprah Putrinya, Bilqis Prasista, di Arena Piala Uber

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Bilqis Prasista. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Bilqis Prasista. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiprah Bilqis Prasista di tim Uber Indonesia banyak mendapat pujian. Ia tampil menawan meski akhirnya gagal membawa Indonesia melewati hadangan Cina di babak perempat final.

    Bilqis menjadi bagian dari skuad muda Tim Piala Uber. Tercatat hampir semua nama-nama yang masuk dalam skuad, terutama di sektor tunggal, masih di bawah usia 19 tahun. Bahkan dari segi peringkat, semua pemain berada di luar seratus besar dunia.

    Namun, dengan tekad dan semangat juang yang gigih, para pemain belia tersebut mampu mengemas dua kemenangan mutlak 5-0. Kemenangan itu saat Indonesia menghadapi Prancis dan Jerman dalam fase penyisihan grup.

    Kemudian yang fenomenal, pemain terbaik Jepang sekaligus tunggal putri nomor satu dunia, Akane Yamaguchi, takluk di tangan jagoan anyar putri Indonesia, Bilqis Prasista. Saat itu Bilqis membabat Akane hanya dalam tempo dua game saja dengan skor 21-19 dan 21-19.

    Menangnya Bilqis, membuat pemain binaan PB Djarum ini menjadi pusat perhatian dunia. Indonesia pun bangga akan hadirnya calon pemain putri masa depan Indonesia.

    Joko Suprianto, mantan pebulu tangkis nasional yang merupakan ayah dari Bilqis, turut bangga atas penampilan sang putri.

    “Boleh dibilang enggak menyangka, karena dilihat dari kualitas dan rangking jauh," kata Joko, seperti dikutip dari laman PB Djarum.

    "Tetapi kalau di atas lapangan engga bisa diprediksi,” ujar mantan pebulu tangkis yang membantu Merah Putih menjuarai Thomas Cup 1994, 1996, dan 1998 itu.

    Joko menilai jika putrinya bermain tanpa beban sehingga semua kemampuan yang dimilikinya bisa keluar.

    "Kalau yang saya lihat, yang pertama nothing to lose, dia enggak ada beban, jadi mainnya bisa lepas," tutur Joko.

    "Sehingga, semua cara main dia bisa keluar. Secara strategi, apa yang diterapkan masuk, mainnya menekan dan speed dia bagus. Lawan Akane memang harusnya begitu."

    “Akane kelihatannya tidak dalam performa terbaiknya dan Bilqis bisa memanfaatkan situasi itu,” kata juara Kejuaraan Dunia edisi 1993 itu.

    Sebelum bertanding, Joko sempat memberikan pesan kepada putrinya untuk bisa memikul tanggung jawab.

    “Saya hanya mengingatkan sebelum main, kalau sudah dipilih main harus tanggung jawab dan bermain all out. Menang atau kalah tergantung usaha sendiri,” katanya.

    Bilqis Prasista baru akan menginjak usia 19 tahun pada 24 Mei 2022. Dalam sesi tanya jawab dengan para pewarta, tergambar dengan jelas kepolosan dari Bilqis.

    Dia masih terlihat malu-malu menjawab sekaligus menjelaskan pertanyaan dari para wartawan.

    “Anaknya memang masih kolokan, ya seperti itu dari kecilnya. Masih kanak-kanak," kata Joko.

    "Dia masih suka manja terutama sama ibunya, kadang-kadang manjanya masih terbawa,” tutur sang ayah mengungkap sisi humanis putrinya.

    “Lebih tepatnya, kalau enggak dimulai untuk ngomong dia memang seperti itu. Anaknya enggak terlalu ramai."

    Namun, Bilqis Prasista disebutnya akan berbeda bila sudah lebih lama dikenal. "Tetapi kalau sudah kenal, dia bisa diajak bercanda juga. Anak ini sering bercanda tetapi dengan orang yang sudah nyaman,” kata Joko Suprianto.

    Baca Juga: Perbandingan Kekuatan Indonesia dan Jepang di Semifinal Piala Thomas


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.