Olahraga Jadi Pelipur Lara Maria Goreti Sumiyati, Kini Memberinya 2 Emas ASEAN Para Games 2022

Reporter

Editor

Nurdin Saleh

Atlet balap kursi roda Indonesia Maria Goreti Samiyati meraih dua emas dan satu perak ASEAN Para Games 2022. ANTARA/Mohammad Ayudha

TEMPO.CO, Jakarta - Maria Goreti Sumiyati menemukan kembali makna dan semangat hidup dari olahraga. Kini, olahraga itu mengantarnya pada kejayaan: meraih dua emas dan satu perak ASEAN Para Games 2022.

Kehilangan sang buah hati tak lama setelah menghirup hangatnya udara dunia, membuat Maria Goreti Sumiyati dilanda kesedihan tak berujung. 
Kesedihan itu sempat membuat dirinya hampa. Hari-hari dilalui hanya dengan menangis dan merenung memikirkan apa yang tengah dilakukan anaknya bersama Tuhan di surga sana.

Namun, pada satu titik ia menyadari, bahwa Tuhan lebih sayang dari dirinya. Perempuan asal Cilacap itu lantas mencoba berbagai hal baru untuk menutupi kesedihannya. Salah satunya lewat olahraga yang kemudian membuat dia mampu menghapus kepahitan hidup.

Maria adalah seseorang atlet tuna daksa. Sebelumnya dia adalah perempuan nondifabel yang harus merelakan kakinya diamputasi setelah terserempet kereta sekitar tahun 2003. 

Di tengah kubangan duka karena kehilangan buah hati yang baru lahir, pada medio 2014, Maria mendapat ajakan untuk bergabung bersama National Paralympic Commitee (NPC) DKI Jakarta. Awalnya dia menolak ajakan tersebut, tapi seiring waktu berjalan Maria akhirnya menerima pinangan tersebut.

"Saat itu ada yang ngajak saya olahraga. Ya, di situ saya ikut dari pada mikirin ini, yuk kita bangkit, olahraga saja. Saya latihan sambil sedih-sedih," ujar dia sesaat setelah mengantongi medali emas cabang olahraga kursi roda klasifikasi T54 nomor 400 meter ASEAN Para Games 2022.

Awalnya, Maria mencoba sejumlah cabang olahraga paralimpiade seperti badminton dan lain-lain, tetapi merasa tidak cocok. Ia lebih suka olahraga yang mengandalkan tenaga. Ia pun mantap memilih balap kursi roda.

Ternyata, untuk adaptasi dengan alat pun tidak mudah. Ia memerlukan waktu sedikitnya hingga satu tahun untuk bisa mengenakan sarung tangan sebagai pusat kekuatan untuk mengayuh setiap putaran.

Olahraga balap kursi roda mengandalkan tangan untuk memutar roda. Sementara klasifikasi T54 adalah untuk atlet lintasan kursi roda yang memiliki fungsi penuh di tubuh mereka dengan gerakan kaki yang terpengaruh sedang atau tinggi atau tidak adanya anggota badan. Atlet menghasilkan tenaga melalui berbagai gerakan tubuh dan lengan. Kaki tidak berperan dalam balapan.

Pada debutnya di Kerjunas Solo pada 2015, Maria langsung menyabet tiga emas. Ia memenangi nomor 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.

Penghabisan

Maria Goretti Sumiyati berteriak lepas. Berulang kali dia memekikkan nama Indonesia setelah menjadi yang tercepat pada balap kursi roda klasifikasi T54 nomor 400 meter ASEAN Para Games 2022. Kebahagiaan terpancar dari setiap kerut wajahnya.

Pada ASEAN Para Games 2022, ia turun pada tiga nomor yakni 100, 200, dan 400 meter. Pada nomor 100 meter ia harus puas dengan medali perak. Catatan waktunya berhasil diperbaiki saat turun pada nomor 200 meter setelah menjadi yang tercepat.

Ia semakin tak terbendung ketika turun di nomor 400 meter. Dalam laga final itu, Maria langsung melesat melampaui rival-rivalnya setelah sekitar 100 meter dari titik start.

Maria sudah tak terkejar setelah melahap setengah jarak lomba dan finis dengan mencatatkan waktu 1 menit 2,77 detik. Atlet Thailand Techinee yang meraih posisi kedua, kalah 1,750 detik dari Maria. Sementara atlet Indonesia lainnya, Nina Gusmita, meraih medali perunggu dengan catatan waktu 1 menit 6 detik.

Tiga pesaing lain yakni Hyatfa Chuiaui dan Atitaya Chookerd dari Thailand, serta Prudencia Panaligan (Filipina), berturut-turut tercecer di urutan paling belakang.

Bagi Maria, dua emas dan satu perak ini menjadi persembahan terakhirnya bagi Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2022 Solo. Ia berharap medali yang disumbangkannya turut mengantarkan Indonesia sebagai juara umum ajang olahraga multicabang tersebut.

"Ini terakhir makanya saya teriak-teriak 'Indonesia, Indonesia'. Ini Penghabisan," ujarnya sambil mengelap keringat yang belum kering.

Target Paralimpiade

Mencatatkan debut manisnya di ajang ASEAN Para Games 2022, Maria tentu tak ingin berpuas diri. Masih banyak capaian yang harus ia gapai. Salah satu impian terakhirnya sebagai atlet yakni bisa merasakan atmosfer berlaga di pentas Paralimpiade Paris 2024.

Dua emas dan satu perak ini menjadi modal berharga bagi Maria untuk bisa mengepakkan sayapnya lebih tinggi lagi kendati usianya sudah tak lagi muda. Pada ASEAN Para Games 2022, ia sudah menginjak usia 34 tahun.

"Targetnya pasti saya ingin lolos ke Parimpiade tapi selangkah demi selangkah. Mulai dari Asia dulu baru kedepannya semoga bisa ke Paralimpiade," ujar dia menambahkan.

Jalan menuju itu semua memanglah tidak mudah, tapi dengan tekad dan latihan, Maria yakin mimpi sesulit apapun bisa dia raih. Sama seperti halnya saat menyumbangkan dua emas dan satu perak di ASEAN Para Games 2022.

Perhelatan ini adalah bukti dari mimpinya yang bisa berprestasi kendati di tengah keterbatasan. Ia sebelumnya tak menyangka bisa ikut terlibat dalam ajang akbar khusus difabel Asia Tenggara. Jika ia menyerah saat itu, ketika harus kehilangan kaki serta buah hati, barangkali saat ini dia hanya akan menghabiskan waktu di rumah saja.

Maria Goreti Sumiyati berharap prestasinya dapat menginspirasi anak-anak difabel lain. Ia sudah membuktikan, dihantam badai duka bertubi-tubi, tak membuat hidup menjadi tak berarti. Baginya, dengan semangat dan usaha pantang menyerah, mimpi apapun dapat diraih.

Baca Juga: Sahrul Sulaiman, Mantan Penjual Roti yang Berhasil Sumbang 2 Emas ASEAN Para Games 2022






5 Tips Menjaga Kesehatan Jantung

1 hari lalu

5 Tips Menjaga Kesehatan Jantung

Penting untuk Anda mengetahui cara agar kesehatan jantung tetap terjaga. Berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan jantung.


Olahraga Mengurangi Pengeroposan Tulang bahkan Osteoporosis, tapi

1 hari lalu

Olahraga Mengurangi Pengeroposan Tulang bahkan Osteoporosis, tapi

Sebuah studi pada anak-anak menemukan fakta bahwa olahraga dapat mengurangi pengeroposan tulang atau osteoporosis di kemudian hari.


5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

1 hari lalu

5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

Memperkuat jantung dengan berolahraga merupakan salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan jantung dan tubuh Anda.


Saran Dokter buat Pasien Cedera Olahraga: Segera Ditangani

2 hari lalu

Saran Dokter buat Pasien Cedera Olahraga: Segera Ditangani

Pasien cedera olahraga disarankan segera mendapatkan penanangan agresif dan akurat dari tim medis kompeten. Ini alasannya.


6 Cara Sehat untuk Meredakan Stres

3 hari lalu

6 Cara Sehat untuk Meredakan Stres

Stres kronis melemahkan sistem kekebalan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan depresi.


Indonesia Peringkat 6 Islamic Solidarity Games: Simak Daftar Peraih Medalinya

4 hari lalu

Indonesia Peringkat 6 Islamic Solidarity Games: Simak Daftar Peraih Medalinya

Kontingen Indonesia saat ini menempati peringkat keenam klasemen sementara Islamic Solidarity Games 2022.


Menjadi PNS, Profil Ni Nengah Widiasih Peraih Medali Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

7 hari lalu

Menjadi PNS, Profil Ni Nengah Widiasih Peraih Medali Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

Ni Nengah Widiasih beserta ratusan atlet lainnya mengambil sumpah sebagai PNS di Lingkungan Kemenpora. Berikut profil dan sederet pestasinya.


Tips Jaga Keperkasaan Pria, Pola Hidup Sehat Hingga Hindari Lemak

8 hari lalu

Tips Jaga Keperkasaan Pria, Pola Hidup Sehat Hingga Hindari Lemak

Dokter spesialis kandungan dr Boyke Dian Nugraha menyarankan hal ini agar pria bisa menjaga keperkasaan saat berhubungan intim.


Jika Dilakukan dengan Benar, Inilah 3 Manfaat Olahraga pada Malam Hari

8 hari lalu

Jika Dilakukan dengan Benar, Inilah 3 Manfaat Olahraga pada Malam Hari

Olahraga pada malam hari menyimpan manfaat apabila dilakukan secara benar.


Cerita Tara, Mahasiswa Undip yang Raih Medali Emas di ASEAN Para Games 2022

8 hari lalu

Cerita Tara, Mahasiswa Undip yang Raih Medali Emas di ASEAN Para Games 2022

Bagaimana kisah Tara mahasiswa Undip yang meraih medali emas dan perak di ASEAN Para Games 2022?