Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenal Doping: Dari Sejarah Hingga Dampak ke Kesehatan

Reporter

image-gnews
Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Reuters
Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Reuters
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Doping adalah penggunaan obat-obatan atau suplemen dalam aktivitas fisik atau olahraga untuk meningkatkan tenaga atau daya tahan. Penggunaan doping dalam dunia olahraga jelas dilarang karena melanggar unsur sportivitas. 

Meski demikian, tak sedikit atlet yang terjebak pemakaian doping karena ingin menunjang perfoma atau tidak tahu zat yang dikonsumsi masuk dalam daftar terlarang. Penggunaan doping tidak hanya memiliki efek samping bagi kesehatan, atlet yang terbukti memakainya akan diberikan sanksi, salah satunya dari Organisasi Anti Doping Dunia atau World Anti Doping Agency (WADA). Oleh karena itu, penting mengetahui apa itu doping dan risiko penggunaannya bagi seorang atlet.

Apa Itu Doping?

Doping dikenal pula sebagai PED (performance enhancing drugs). Dilansir dari Healthline, doping adalah obat-obatan dalam berbagai wujud yang berfungsi menjaga sampai meningkatkan stamina. Obat tersebut bisa jadi jalan pintas bagi atlet yang ingin berprestasi tanpa melalui proses latihan yang keras.

Kandungan zat dalam doping diketahui mampu membuat atlet menjadi lebih agresif. Sehingga peluang untuk menang dalam pertandingan semakin besar. Bagi binaragawan, doping dalam bentuk steroid dimanfaatkan sebagai pembesar massa otot.

Sejarah Kasus Penggunaan Doping

Penggunaan doping adalah sesuatu yang tidak diperbolehkan bahkan sudah dipraktikan sejak zaman dahulu. Dilansir dari American College of Medical Toxicology, praktik penggunaan doping sudah ada sejak berabad-abad lalu. Para atlet tersebut melakukan diet khusus dan percaya dengan keefektifan tanaman jenis tertentu. Kekuatan fisik yang diinginkan dapat dicapai dengan bantuan konsumsi senyawa dari tumbuhan.

Memasuki era modern, tindakan pelanggaran penggunaan doping tercatat pertama kali pada 1904. Seorang pelari Olimpiade menyuntikkan strychnine dalam darah supaya menambah laju dan membangkitkan kekuatan. Pelari tersebut mengklaim bahwa doping yang diinjeksikan mampu membuatnya menyelesaikan perlombaan.

Selanjutnya jenis doping yang dilarang

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Puluhan Orang di Kalsel Teler, Dinas Kesehatan: Negatif Zat Buah Kecubung

19 jam lalu

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Kelana Jaya bersama instansi terkait saat menyampaikan hasil rapat koordinasi tentang penyalahgunaan tanaman kecubung dan obat lainnya, Kamis, 18 Juli 2024. Foto: ANTARA/Firman
Puluhan Orang di Kalsel Teler, Dinas Kesehatan: Negatif Zat Buah Kecubung

Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan memastikan tidak ada kandungan zat kecubung pada puluhan orang yang dirawat di rumah sakit


Israel Main di Pertandingan Sepak Bola Olimpiade Gara-gara FIFA Lakukan Ini

19 jam lalu

Selebaran bertuliskan
Israel Main di Pertandingan Sepak Bola Olimpiade Gara-gara FIFA Lakukan Ini

FIFA telah menunda keputusan atas proposal Palestina untuk menangguhkan Israel dari kompetisi sepak bola internasional atas serangannya ke Gaza


Polda Kalsel Simpulkan Video Puluhan Orang Mabuk Kecubung Hoaks, Korban Konsumsi Pil tanpa Merek

19 jam lalu

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Adam Erwindi. Foto: ANTARA/Firman.
Polda Kalsel Simpulkan Video Puluhan Orang Mabuk Kecubung Hoaks, Korban Konsumsi Pil tanpa Merek

Puluhan orang di Kalimantan Selatan dirawat di rumah sakit. Awalnya para korban disebut mengonsumsi kecubung


Profil Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang Bermimpi Naik Podium di Olimpiade Paris 2024

1 hari lalu

Desak Made Rita Kusuma Dewiatlet panjat tebing. Instagram
Profil Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang Bermimpi Naik Podium di Olimpiade Paris 2024

Desak Made Rita Kusuma Dewi mengungkapkan cita-cita terbesarnya saat ini adalah meraih medali di Olimpiade Paris 2024.


Profil Rizki Juniansyah, Atlet Debutan di Cabang Olahraga Angkat Besi Olimpiade Paris 2024

1 hari lalu

Lifter putra Indonesia Rizki Juniansyah. ANTARA/Nova Wahyudi
Profil Rizki Juniansyah, Atlet Debutan di Cabang Olahraga Angkat Besi Olimpiade Paris 2024

Rizki Juniansyah akan melakoni debut di Olimpiade Paris 2024. Bagaimana perjalanannya menuju ajang multievent terbesar di dunia tersebut?


Polisi Masih Telusuri Jaringan Narkoba yang Bawa 45 Bungkus Sabu ke RS Fatmawati

1 hari lalu

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap penyelundupan 45 paket sabu di parkiran Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Polisi juga mengincar kurir di Bintaro Sektor 9 saat hendak transaksi, Tangerang Selatan, Kamis, 4 Juli 2024. Tempo/M. Faiz Zaki
Polisi Masih Telusuri Jaringan Narkoba yang Bawa 45 Bungkus Sabu ke RS Fatmawati

Polisi belum tangkap pelaku lain dalam kasus penyelundupan 45 bungkus narkoba jenis sabu di RS Fatmawati.


Dana Kebutuhan Atlet untuk Olimpiade Paris 2024 Belum Cair, KOI Targetkan Penyaluran Dilakukan H-3 Pembukaan

1 hari lalu

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Wijaya Noeradi saat ditemui di Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juli 2204. TEMPO/Randy
Dana Kebutuhan Atlet untuk Olimpiade Paris 2024 Belum Cair, KOI Targetkan Penyaluran Dilakukan H-3 Pembukaan

Sekjen KOI Wijaya Noeradi mengakui dana bantuan pemerintah tidak cukup memenuhi kebutuhan atlet selama Olimpiade Paris 2024.


Temuan Polisi di Kampung Boncos Palmerah: Dari Sabu Hingga Tembok Rahasia

1 hari lalu

Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos dan menangkap 42 orang yang positif mengonsumsi sabu, Rabu, 17 Juli 2024. Sumber: Polres Metro Jakarta Barat
Temuan Polisi di Kampung Boncos Palmerah: Dari Sabu Hingga Tembok Rahasia

Polres Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos, apa saja temuannya?


Olimpiade Paris 2024: Azzahra Permatahani Ungkap Persiapan Sudah 90 Persen

1 hari lalu

Atlet renang Indonesia Azzahra Permatahani saat ditemui di Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juli 2024. TEMPO/Randy
Olimpiade Paris 2024: Azzahra Permatahani Ungkap Persiapan Sudah 90 Persen

Atlet renang Indonesia Azzahra Permatahani ingin memperbaiki catatan waktunya di Olimpiade Paris 2024.


Debut di Olimpiade Paris 2024, Joe Aditya Ingin Buat Rekor Baru Lagi

1 hari lalu

Atlet renang Indonesia Joe Aditya saat ditemui di Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juli 2024. TEMPO/Randy
Debut di Olimpiade Paris 2024, Joe Aditya Ingin Buat Rekor Baru Lagi

Atlet renang Indonesia Joe Aditya berambisi memecahkan rekor nasional yang sebelumnya dia ciptakan di Olimpiade Paris 2024.