Taufik dan Firda ke Babak Kedua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Birmingham: !-- @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } --> Taufik Hidayat menjadi tunggal putra pertama yang mampu melangkah ke babak kedua All England 2009. Taufik, unggulan ketujuh, mengalahkan Hsieh Yu Hsin dalam pertarungan ketat 21-19, 15-21, 21-14, Rabu (4/3).

    Kepala Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata menilai bahwa hasil yang diraih Taufik akan menjadi modal yang sangat baik dalam pertarungan selanjutnya. “Babak awal selalu menjadi yang terpenting. Dengan lawan seperti Hsieh, Taufik mampu melakukan penyesuaian dengan baik,” katanya ketika dihubungi tadi malam. Menurutnya, berhadapan dengan lawan setangguh Hsieh di babak pertama akan semakin membantu Taufik untuk menemukan irama permainannya.

    Taufik memang harus berjuang keras untuk mencuri kemenangan pertamanya. Sempat memimpin di set pertama, Taufik mampu terkejar 11-11 oleh Hsieh. Namun, Taufik berhasil menutup set dengan skor 21-19. Sayangnya pada set kedua, Hsieh mampu memberikan pembalasan dan mencuri kemenangan 21-15.

    Pada awal set ketiga, perebutan angka terjadi sangat ketat antara Taufik dengan Hsieh. Namun, kali ini Taufik mampu membukukan kemenangan sekaligus membawanya lolos ke babak kedua. Pelatih Taufik, Mulyo Handoyo mengaku senang dengan hasil yang dibuat anak asuhnya itu. “Penampilannya cukup baik. Yang terpenting dia mampu melewati babak pertama,” katanya dalam pesan singkatnya.

    Selain Taufik, Adrianti Firdasari juga mampu lolos ke babak kedua setelah mengalahkan Linda Zechiri dari India 21-12, 21-15. Menurut Christian, ini memang awalan yang cukup mudah bagi Firda karena dia menghadapi lawan yang memang memiliki kemampuan yang seharusnya berada di bawah Firda. “Namun, dia (Firda) akan bertemu lawan yang cukup kuat pada babak kedua nanti,” kata Christian.

    Firda memang langsung bertemu dengan unggulan lima asal Cina Zie Xingfang. “Xingfang memang memiliki kemampuan setara dengan pebulutangkis kelas dunia. Namun, bagaimana pun juga Firda harus tetap bisa bermain nothing to loose,” kata Christian.

    Menurutnya, penyesuaian kondisi lapangan memang menjadi sangat berbeda antara Taufik dengan Firda. “Ada kesenjangan jarak yang terlalu jauh yang dialami Firda,” katanya. Christian menilai Firda memulai pertarungannya di National Badminton Center dengan pertarungan yang sangat mudah. Sayangnya, lawan yang sangat kuat sudah menanti di babak kedua. “Yang terpenting adalah Firda tetap bisa memberikan performa terbaiknya, itu saja,” katanya.

    Pada sektor ganda putra, pasangan Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki harus mengakhiri langkah mereka. Pasangan muda ini tidak mampu berbicara banyak dan kalah dari unggulan empat aasla Malaysia Mohd Zakry Abdul Latif / Mohd Fairuzizun Mohd Tazari 20-22,21-12,18-21. EZTHER LASTANIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.