Angin Menahan Laju Asafa Powel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif ,  Melbourne: Catatan waktu 10,23 detik seperti jarum jam yang berhenti berputar bagi Asafa Powell. Lambat. Meski jauh dari rekornya: 9,74 detik, catatan waktu yang diperoleh sprinter Jamaika ini masih yang tercepat di antara pelari lainnya.

    Angin yang kuat memang tak bisa dilawan oleh Powell dan pelari lainnya. “Anginnya kuat dan dingin sekali,” ujar Powell. “Namun saya masih cukup puas. Dalam balapan pertama saya ini saya mencapai 10,23 detik. Angin membuat banyak perbedaan.”

    Masih mengenai angin ini, Powel, mengaku bahwa ini adalah angin terkuat sepanjang dia ikut lomba. Powell yang mendapat pesaing rekan senegaranya Nesta Carter --di urutan kedua--, sama-sama khawatir akan cedera dengan cuaca yang dingin.

    Powell telah dua kali tampil di Olimpiade, pertama di Athena 2004 dan kemudian di Beijing 2008. Putra kedua dari pasangan pendeta ini, berhasil menyumbang emas bagi negaranya, saat mencatatkan waktu 9,94 detik di Athena. Rekor terbaiknya, saat tampil di kejuaraan atletik IAAF, yang mencapai 9,74 detik di Rieti, Italia.


    THEAGE| NBCOLYMPIC| NUR HARYANTO

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.