Tim Davis Kuwait Samakan Kedudukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif ,  Surakarta: Tim Davis Kuwait berhasil menyamakan kedudukan 1-1 setelah tunggal kedua Indonesia Sunu Wahyu Trijati dikalahkan Muhammad Ghareeb dalam pertandingan Piala Davis di Lapangan Gelora Manahan Surakarta Jumat (6/3) siang. Ghareeb mengalahkan Sunu tiga set langsung, 6-1, 6-4, dan 7-6 (7-2) dalam pertandingan yang berlangsung 2 jam.

    Sunu meminta maaf karena gagal menyumbang angka untuk Indonesia. Dia mengakui pada set pertama sempat gugup. “Saya nervous karena bermain di turnamen sekelas Piala Davis,” ujarnya saat konferensi pers.

    Saat berusaha bangkit di set berikutnya dengan lebih bermain agresif, dia menyebut lawannya terlanjur menemukan permainan terbaiknya. “Sehingga dia (Ghareeb) bisa mengambil poin-poin penting,” sesalnya.

    Meski baru saja menelan kekalahan, pemain kelahiran 26 April 1987 ini mengaku siap jika kembali diturunkan, baik untuk partai ganda atau tunggal. “Saya belajar dari kekalahan hari ini. Dan siap jika kembali diturunkan,” dia memberi penegasan.

    Kapten Tim Davis Indonesia Kresno Mardiko menyatakan tidak kaget dengan kekalahan Sunu. Menurutnya hal tersebut sudah diprediksi sejak awal. “Bukan prediksi bahwa Sunu pasti kalah. Melainkan Sunu akan berat saat melawan Ghareeb,” terangnya. Untuk pemilihan pemain, terkait strategi, dia menegaskan masih ada kemungkinan penggantian komposisi maksimal satu jam sebelum pertandingan. “Masih kami bahas.”

    Sementara Ghareeb mengatakan permainannya pada set pertama memang bagus, sehingga mampu menang telak. “Namun di set-set berikutnya, dia (Sunu) mulai bermain agresif sehingga perolehan poin semakin ketat. Tapi saya beruntung bisa memenangkan pertandingan,” ucapnya.


    UKKY PRIMARTANTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?