Formula 1: Berpeluang Juara Dunia di Singapura, Max Verstappen: Sedikit Tidak Realistis

Reporter

Editor

Nurdin Saleh

Pembalap Red Bull Max Verstappen. REUTERS/Edgard Garrido

TEMPO.CO, Jakarta - Max Verstappen mengatakan upaya perburuan gelar juara dunia Formula 1 masih panjang meskipun secara matematis pembalap Red Bull dapat mempertahankan titelnya di Grand Prix Singapura pada akhir pekan ini.

Max Verstappen, yang bakal genap 25 tahun pada Jumat ini, memegang kendali klasemen Formula 1 musim ini. Ia bisa juara bila menang pada balapan Minggu, 2 Oktober, dan para rivalnya meraih hasil buruk. Bila titel gagal diraih akhir pekan ini, perebutannya akan berlanjut ke Jepang pada pekan berikutnya.

"Saya tidak terlalu memikirkan klasemen," kata Verstappen, yang telah memenangi 11 dari 16 balapan musim ini, seperti dikutip AFP.

"Perjalanan masih panjang dan saya hanya ingin menikmati akhir pekan ini dan tentunya mencoba meraih kemenangan. Saya butuh keberuntungan agar itu terwujud di sini, jadi saya tidak terlalu mengandalkannya," ujarnya menambahkan.

Verstappen, yang juga memenangi lima balapan terakhir secara beruntun, paham betul skenario agar dia dapat mempertahankan gelarnya musim ini.

"Saya harus menang dan Checo (rekan satu tim Sergio Perez) harus finis keempat atau lebih rendah dan Charles (Leclerc dari Ferrari) kedelapan atau lebih rendah. Jadi saya rasa itu sedikit tidak realistis, saya tidak terlalu memikirkannya," kata Verstappen.

Ia lebih mengkhawatirkan laju satu putaran Red Bull di Singapura, di mana pole position menjadi sangat krusial di trek yang hampir sulit bagi pebalap melakukan overtake.

"Kami harus fokus pada kecepatan satu lap. Tahun ini kami tidak benar-benar mengagumkan dalam kecepatan satu lap," kata dia.

"Kami selalu baik di balapan tapi di sini kami tahu bahwa performa satu lap sangat penting," ujar Verstappen melengkapi.

Verstappen belum pernah memenangi balapan malam di Singapura, yang kembali ke kalender F1 sejak 2019 karena terhalang pandemi COVID-19.

Sifatnya sebagai trek jalan raya yang berada di tengah kota dan suhu tropis serta kelembaban udara di Singapura, menjadikan Sirkuit Marina Bay sebagai salah satu lintasan paling sulit, secara fisik dan mental, bagi pembalap.

Setiap balapan Grand Prix Singapura yang telah digelar selalu menyaksikan Safety Car dikeluarkan dan balapan di sana membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

Tidak ada lintasan lurus panjang yang bisa membuat para pembalap sedikit bernafas, kemudian pagar pembatas yang rapat dengan lintasan serta aspal yang bergelombang akan menghukum mereka yang sedikit saja melakukan kesalahan.

"Kami sudah cukup lama tidak ke Singapura jadi akan menarik melihat bagaimana sirkuit ini berubah," kata Verstappen yang memegang keunggulan 116 poin dari Leclerc dan 125 poin dari Perez di klasemen berkat kemenangan di Italia tiga pekan lalu.

Ia perlu melebarkan jaraknya ke 138 poin setelah GP Singapura apabila ingin mengunci gelar juara dunia lebih awal.

Verstappen memerlukan dua kemenangan untuk menyamai rekor 13 kemenangan dalam semusim yang dipegang Michael Schumacher (2004) dan Sebastian Vettel (2013).

Klasemen Formula 1 (3 besar):
1. Max Verstappen (Red Bull): 335 poin
2. Charles Leclerc (Ferrari): 219 poin
3. Sergio Perez (Red Bull): 210 poin.

Baca Juga: Usia 63 Tahun, Bos KFC Juara Reli di Danau Toba






Ferrari Latihan Pit Stop 1.000 Kali untuk Raih Juara Formula 1 2023

7 jam lalu

Ferrari Latihan Pit Stop 1.000 Kali untuk Raih Juara Formula 1 2023

Ferrari melatih para mekanik dalam melakukan pit stop sebanyak 1.000 kali untuk mengarungi Grand Prix Formula 1 2023.


Carlos Sainz Sudah Menguji Mobil Baru, Begini Tanggapan Bos Ferrari

1 hari lalu

Carlos Sainz Sudah Menguji Mobil Baru, Begini Tanggapan Bos Ferrari

Carlos Sainz telah melakukan uji coba mobil balap baru Ferrari sebelum mengarungi Grand Prix Formula 1 2023. Bagaimana tanggapan bos baru Ferrari?


Lembaga Arab Saudi Siapkan Rp 299 T untuk Beli F1, Ini Kata FIA

6 hari lalu

Lembaga Arab Saudi Siapkan Rp 299 T untuk Beli F1, Ini Kata FIA

Lembaga penampung dana umat milik Pemerintah Kerajaan Arab Saudi Public Investment Fund (PIF) dilaporkan bakal membeli Grand Prix Formula 1 (F1).


Tim Bimasakti UGM Riset Teknologi Hybrid Mobil Formula, Ini yang Dilakukan

6 hari lalu

Tim Bimasakti UGM Riset Teknologi Hybrid Mobil Formula, Ini yang Dilakukan

Tim Bimasakti UGM resmi memulai riset teknologi hibrida atau hybrid untuk mobil formula yang menjadikan tim pelopor di kategori student.


Haas Pertahankan Pietro Fittipaldi Jadi Pembalap Cadangan di Formula 1 2023

6 hari lalu

Haas Pertahankan Pietro Fittipaldi Jadi Pembalap Cadangan di Formula 1 2023

Pietro Fittipaldi sangat senang bisa melanjutkan kontrak dengan MoneyGram Haas, Tim Formula 1 tim yang dianggapnya sebagai keluarga.


Formula 1: Alfa Romeo akan Meluncurkan Mobil Baru 7 Februari 2023

8 hari lalu

Formula 1: Alfa Romeo akan Meluncurkan Mobil Baru 7 Februari 2023

Alfa Romeo masih akan diperkuat pembalap Valtteri Bottas dan Zhou Guanyu untuk tampil di Formula 1 musim 2023.


Yamaha Kembangkan Mesin V4 untuk MotoGP 2024, Dibantu Insinyur F1

8 hari lalu

Yamaha Kembangkan Mesin V4 untuk MotoGP 2024, Dibantu Insinyur F1

Tim pabrikan Yamaha diisukan tengah melakukan pengembangan mesin V4 untuk motor balapnya di MotoGP 2024 dengan bantuan insinyur F1.


Hyundai Pastikan Tak Akan Masuk Formula 1 dalam Waktu Dekat, Kenapa?

8 hari lalu

Hyundai Pastikan Tak Akan Masuk Formula 1 dalam Waktu Dekat, Kenapa?

Hyundai telah menginformasi tidak akan masuk Formula 1 dalam waktu dekat. Apa alasannya?


Presiden FIA Percaya Kesuksesan Ferrari, Bisa Juara Formula 1 2023?

9 hari lalu

Presiden FIA Percaya Kesuksesan Ferrari, Bisa Juara Formula 1 2023?

Presiden asosiasi olahraga balap mobil dunia (FIA) Mohammed Ben Sulayem berbicara soal performa Ferrari di Formula 1.


Nyck de Vries Digugat Sebelum Memulai Formula 1 2023

9 hari lalu

Nyck de Vries Digugat Sebelum Memulai Formula 1 2023

Nyck de Vries mendapat gugatan terkait sengketa hukum sebelum mengarungi Grand Prix Formula 1 2023 bersama tim barunya, AlphaTauri.