Tragedi Kanjuruhan: Komnas HAM Sebut Ada Indikasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Komisioner Komnas HAM, Muhammad Choirul Anam menyampaikan keterangan usai memeriksa Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Jumat, 12 Agustus 2022. Rencananya Bharada E akan di periksa pada Senin, 15 Agustus. TEMPO/ Febri Angga

TEMPO.CO, Malang - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan ada beberapa indikasi terjadinya pelanggaran HAM dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Peristiwa kericuhan tersebut mengakibatkan 125 orang suporter Arema FC (Aremania) meninggal.

Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam, mengatakan dari kesaksian beberapa korban dan informasi yang diperoleh memang ada kekerasan terhadap para penonton atau korban.

Fakta terjadinya kekerasan terekam dalam video yang beredar luas melalui media sosial. Bentuk kekerasan yang terlihat jelas antara lain pemukulan dan sabetan oleh petugas dengan memakai tongkat, serta tendangan.

Menurut Anam, bahkan dari potongan video yang bereda di media sosial ada suporter Arema yang sedang berjalan kaki di pinggir lapangan pun terkena kekerasan.

"Ada yang kena tendangan kungfu di lapangan.  Nah, kekerasan masih dilakukan aparat keamanan dan itu tidak hanya kami, Komnas HAM, yang melihat, tapi kita semua bisa melihatnya sendiri dari tayangan video itu,” kata Anam dalam jumpa pers di kantor Arema FC, Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 3 Oktober 2022.

Anam mengatakan, Komnas HAM sedang menelusuri dan melihat kondisi Stadion Kanjuruhan. Tujuannya untuk memastikan apa yang terjadi dalam kerusuhan di dalam stadion.

“Kami akan menginvestigasi dengan agak dalam anatomi stadion, cerita saat itu, dan pascapertandingan,” ujar Anam, Komisioner Komnas HAM kelahiran Malang, 25 April 1977.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang itu minta dipertemukan dengan para pemain Arema FC. Tim Komnas HAM juga akan mengunjungi rumah keluarga korban dan menjenguk korban di rumah sakit. Tujuannya, agar laporan investigasi Komnas HAM objektif dan kredibel.

“Kalau kasat mata dari video itu, seandainya tidak ada gas air mata, mungkin tidak akan hiruk pikuk (terjadi kerusuhan). Tapi, kami dalami dulu apa pun yang terjadi di Stadion Kanjuruhan,” kata Anam.

Sementara itu, Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana mengatakan manajemen klub sangat kooperatif dan sepenuhnya mendukung proses investigasi yang dilakukan pemerintah maupun pihak lain. “Kami sangat terbuka untuk diinvestigasi. Kami dukung investigasi sampai ke akar-akarnya,” kata Gilang.

Baca: Tragedi Sepak Bola Dunia, Korban Tragedi Kanjuruhan Peringkat Ketiga Disusul Tragedi Hillsborough

ABDI PURMONO






Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

5 jam lalu

Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

Arema FC kini tengah menimbang opsi terburuk: membubarkan diri. Ada sederet konsekunsi yang akan mengikuti bila pembubaran diri dilakukan.


Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dogiyai

10 jam lalu

Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dogiyai

Pelapor akan mendatangi kantor Komnas HAM Senin siang ini.


Buntut Penyerangan Markas Arema FC, Manajemen Klub Singo Edan Pertimbangkan untuk Bubar

12 jam lalu

Buntut Penyerangan Markas Arema FC, Manajemen Klub Singo Edan Pertimbangkan untuk Bubar

Manajemen Arema FC akan mempertimbangkan untuk mengambil keputusan bubar jika dianggap tidak kondusif.


Reaksi Manajemen Arema FC Soal Demo Aremania yang Berujung Ricuh

1 hari lalu

Reaksi Manajemen Arema FC Soal Demo Aremania yang Berujung Ricuh

Manajemen Arema FC menyatakan membuka ruang dialog dengan para pendukung klub yang biasa disebut Aremania.


Demonstrasi Aremania Berujung Ricuh, Markas Arema FC Rusak karena Dilempari

1 hari lalu

Demonstrasi Aremania Berujung Ricuh, Markas Arema FC Rusak karena Dilempari

Demonstrasi para pendukung Arema FC, Aremania, di depan kantor klub pada Minggu siang, 29 Januari 2023, berujung ricuh.


Komnas HAM Apresiasi Vonis Seumur Hidup Pelaku Mutilasi Warga Mimika

1 hari lalu

Komnas HAM Apresiasi Vonis Seumur Hidup Pelaku Mutilasi Warga Mimika

Komnas HAM berharap putusan ini dapat menjadi sinyal langkah maju dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia di Papua.


Bus Pemain Persis Solo Dilempari di Tangerang, Gibran Langsung Colek Kapolri

1 hari lalu

Bus Pemain Persis Solo Dilempari di Tangerang, Gibran Langsung Colek Kapolri

Menurut Gibran, pelemparan ke bus pemain Persis Solo terjadi karena polisi tidak tegas dalam kasus Tragedi Kanjuruhan


Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

2 hari lalu

Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

Polri menggelar kurus manajemen pengamanan stadion dengan instruktur dari Inggris dan Skotlandia.


Bus Arema FC Diserang Pasca Laga VS PSS Sleman di Maguwo, Polisi Kaji Ulang Izin Laga Berikutnya

3 hari lalu

Bus Arema FC Diserang Pasca Laga VS PSS Sleman di Maguwo, Polisi Kaji Ulang Izin Laga Berikutnya

Polda DIY menyatakan akan meninjau ulang izin pertandingan PSS Sleman setelah sejumlah supoter merusak bus yang ditumpangi tim Arema FC.


Berita Liga 1: 2 Poin Penting yang Dikatakan Javier Roca Usai Arema FC Kalah 2-0 Lawan PSS Sleman

3 hari lalu

Berita Liga 1: 2 Poin Penting yang Dikatakan Javier Roca Usai Arema FC Kalah 2-0 Lawan PSS Sleman

Arema FC mencatat kekalahan keempat secara beruntun saat menghadapi PSS Sleman di pekan ke-20 Liga 1, Selasa.