Pembalap Sepeda Indonesia Diharapkan Tampil di Semua Nomor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif ,  Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) harapkan Indonesia mampu turun di semua nomor perlombaan Kejuaraan Asia Balap Sepeda Elite dan Junior pertengahan Agustus nanti. Akan ada 40 nomor yang akan dipertandingkan pada kejuaraan yang digelar di Velodrome indoor di Tenggarong, Kalimantan Timur.


    Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB ISSI Wahyudi Hidayat mengaku akan bekerja sama dengan pengurus-pengurus di propinsi. “Kita akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menurunkan atlet mereka di ajang ini,” katanya ketika ditemui di kantornya Senin lalu. Menurutnya, ada lima propinsi yang mempunyai peluang untuk menurunkan atletnya, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, serta Kalimantan Timur.

    Menurut Wahyudi, pihaknya akan menurunkan atlet-atlet yang tergabung dalam Program Atlet Andalan (PAL). “Semua akan diturunkan di kejuaraan ini,” katanya. Ada 11 atlet yang tergabung dalam PAL termasuk di antaranya adalah Santia Tri Kusuma yang pada kejuaraan tahun lalu menyumbangkan medali perak untuk Indonesia.

    Wahyudi belum bisa memastikan nomor apa saja yang akan diikuti. “Itu baru akan ditentukan pada saat satu bulan menjelang, karena kita juga masih ingin melihat peta persaingan yang ada,” katanya. Menurutnya, yang terpenting adalah anak-anak asuhnya itu nantinya dapat memberikan perbaikan prestasi.

    “Kalau tahun sebelumnya kita meraih satu perak, kita berharap tahun ini dapat lebih baik dari itu,” katanya. Prestasi terbaik Indonesia dicatatkan pada tahun 2001 di Bangkok, Thailand. Kala itu, sebuah medali emas dan dua medali perak menjadi milik Indonesia.

    Adapun sejumlah negara Asia telah memastikan diri untuk ikut dalam kejuaraan tahunan ini. Wakil Ketua Umum PB ISSI Sofian Ruzian mengaku telah ada 20 negara yang mendaftaran. Beberapa di antaranya merupakan negara-negara pesaing kuat seperti Iran, Kazakstan, Korea Selatan, Cina, Taiwan, dan Jepang. “Dan kami juga masih terus menunggu konfirmasi dari beberapa negara lainnya,” kata Sofian.

    Sementara itu, terkait dengan persiapan tempat penyelenggaraan, Sofian mengaku pihaknya tidak mengalami kendala apa pun. “Kita hanya tinggal memanfaatkan fasilitas dan sarana prasarana yang ada, sehingga tidak ada masalah,” katanya.


    EZTHER LASTANIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?