Bulu Tangkis : Candra Wijaya Gelar Turnamen Khusus Ganda Putra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Candra Wijaya akan menggelar turnamen khusus sektor ganda putra. Turnamen yang akan digelar pada 29 April - 2 Mei di Gedung Olahraga Asia Afrika itu akan terbagi dalam dua kelompok umur, junior dan senior. Ini dapat menjadi sarana yang baik untuk pembibitan, kata Candra ketika ditemui seusai konferensi pers di Senayan, Rabu (15/4).

    Candra yang juga merupakan pemain profesional ini menyatakan turnamen yang dibuatnya dapat menjadi sarana untuk memberikan tambahan turnamen pada atlet-atlet muda. “Tentunya mereka membutuhkan lebih banyak turnamen untuk menambahkan pengalaman dan mengasah prestasi, katanya.

    Candra sengaja memilih hanya mempertandingkan sektor ganda putra. Ini akan menjadi ajang untuk menunjukkan kebanggaan tersendiri. Saya hanya ingin memberikan sesuatu yang berbeda, katanya. Menurutnya, turnamen yang dibangunnya itu dapat menjadi salah satu kontribusi yang dapat diberikannya untuk kemajuan dunia bulu tangkis di Indonesia. Dengan dana yang juga terbatas, saya juga tidak mau membuat sesuatu yang biasa saja, katanya.

    Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 ini berharap turnamen yang dibuatnya dapat menjadi ajang dengan prestise tinggi di dunia internasional. Untuk bisa membuat persaingan di dalamnya menjadi semakin berat, katanya. Oleh karena iu, Candra tidak sabar menjadikan turnamen yang berhadiah total Rp 200 juta ini dapat masuk dalam agenda Federasi Bulutangkis Internasional (BWF) tahun depan. Saya berharap turnamen ini dapat menjadi sekelas dengan turnamen super seri nantinya, katanya.

    Candra pun sudah menyiapkan suatu pusat pelatihan yang diarahkan untuk menjadi tempat pembinaan khusus ganda putra. Atlet bulu tangkis yang kini menjadi pemain profesional itu menilai pembinaan di Indonesia masih harus terus dikembangkan. “Ini dapat menjadi salah satu cara untuk menemukan pemain-pemain yang bisa bersaing lebih baik di kancah internasional, katanya.

    EZTHER LASTANIA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.