Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Begini Karier Sepak Bola Mauricio Pochettino Pelatih Baru Chelsea

image-gnews
Mauricio Pochettino, REUTERS
Mauricio Pochettino, REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Chelsea telah resmi menunjuk Mauricio Pochettino sebagai pelatih baru. Mantan pelatih Tottenham Hotspur dan PSG ini dikontrak dua tahun dengan opsi tambahan satu tahun dan akan memulai memimpin skuad The Blues mulai 1 Juli.

Selama menjadi manajer di Liga Premier, Pochettino telah menorehkan 256 pertandingan dengan rincian 132 kemenangan, 61 seri, dan 63 kekalahan. Selain itu, Pochettino telah berhasil menjadi Manager of The Month sebanyak 4 kali.

Mauricio Pochettino sudah dinantikan tugas yang berat. Musim ini, Chelsea, yang gencar membeli pemain hanya berakhir di posisi ke-12. Mereka dipastikan absen dari kompetisi Eropa musim depan.

Apakah Pochettino punya modal untuk melakukan itu? Hal itu bisa dilihat dari jejak karier sebagai pemain sekaligus pelatih profesional. Chelsea menjadi klub kelima yang ditangani pria Argentina berusia 51 tahun ini.

Karier Sepak Bola Mauricio Pochettino

Dilansir dari laman resmi Premier League, Mauricio Pochettino mantan pemain bertahan timnas Argentina ini mempelajari keahliannya di Newell's Old Boys di tanah kelahirannya, sebelum pindah ke Espanyol di Spanyol pada awal musim 1994/95.

Selanjutnya, ia bergabung dengan Paris Saint-Germain pada 2001 dan mewakili negaranya di Piala Dunia FIFA 2002 sebelum bermain di Bordeaux dan kemudian kembali ke Espanyol pada tahun 2004. Pochettino gantung sepatu pada usia 34 tahun pada tahun 2006, setelah tampil lebih dari 300 kali untuk Espanyol dan memenangkan Copa del Rey dua kali.

Setelah gantung sepatu, Pochettino memutuskan pindah ke karier kepelatihan. Ia mengambil alih posisi pelatih Espanyol pada Januari 2009, saat Espanyol berada di posisi ketiga dari bawah di La Liga. Pochettino berhasil mengangkat mereka dari zona degradasi ke papan tengah klasemen, termasuk dengan mengalahkan rival lokalnya, Barcelona. Pochettino membawa Espanyol finis di posisi ke-10, kemudian ke-11 dan ke-8 dalam dua musim berikutnya. Namun, mantan bek Argentina itu meninggalkan mereka di posisi terbawah klasemen pada November 2012. 

Pada Januari 2013 menerima pekerjaan pertamanya di Premier League  bersama Southampton. Di bawah asuhan Pochettino, pada paruh kedua musim 2012/13, “The Saints” meraih kemenangan impresif atas juara bertahan Premier League, Manchester City, serta Liverpool dan Chelsea. Musim berikutnya terbukti lebih sukses lagi saat Pochettino membawa The Saints ke posisi ke-8, menyamai pencapaian tertinggi mereka di Premier League. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Perjalanannya bersama Southampton berakhir ketika Pochettino dipilih oleh Tottenham Hotspur sebagai pengganti Tim Sherwood sebagai pelatih kepala untuk musim 2014/15.Setelah finis di posisi kelima pada musim pertamanya, Spurs asuhan Pochettino menantang Leicester City untuk memperebutkan gelar juara pada musim 2015/16. Spurs berada di urutan ketiga, posisi tertinggi di Premier League. Spurs juga berhasil kembali ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2010/11. 

Pochettino menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun pada Mei 2016, dengan jabatan resminya berubah menjadi manajer. Spurs melanjutkan kemajuan mereka, finis di posisi kedua dan ketiga dalam dua musim berikutnya, sementara mencapai babak 16 besar Liga Champions UEFA pada 2017/18. Pochettino diganjar dengan kontrak lima tahun lagi pada Mei 2018.

Spurs kemudian mencapai final Liga Champions UEFA pertama mereka setelah kebangkitan yang tak terlupakan melawan Ajax di saat-saat terakhir semifinal. Namun, Liverpool mengalahkan Spurs di final, dan memicu awal yang sulit pada musim 2019/20 di Premier League. Hal ini membuat Pochettino meninggalkan klub pada November 2019.

Setelah masa jabatan sebagai pelatih di Paris Saint-Germain, klub yang pernah menjadi tempat ia bermain, Mauricio Pochettino kembali ke Liga Premier dengan tujuan memimpin kebangkitan Chelsea setelah finis di peringkat ke-12 pada musim 2022/23.

Pilihan Editor: Kata Petinggi Chelsea Usai Resmi Umumkan Mauricio Pochettino sebagai Pelatih Baru

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Begini Cara Pelatih Argentina Memaknai Tangisan Lionel Messi di Final Copa America 2024

6 jam lalu

Lionel Messi menangis di bangku cadangan setelah mengalami cedera pada final Copa America 2024, Senin, 15 Juli saat Argentina mengalahkan Kolombia 1-0. Reuters / Nathan Ray Seebeck-USA TODAY Sports
Begini Cara Pelatih Argentina Memaknai Tangisan Lionel Messi di Final Copa America 2024

Lionel Messi menangis setelah cedera membuatnya tidak dapat menyelesaikan pertandingan terakhirnya bersama Argentina di final Copa America 2024.


Copa America 2024 Tuntas: Argentina Juara, James Rodriguez Pemain Terbaik, Lautaro Martinez Top Skor, Emiliano Martinez Kiper Terbaik

10 jam lalu

Pemain Argentina Lionel Messi mengangkat piala setelah berhasil memenangkan Copa America 2024 setelah kalahkan Kolombia 1-0 di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, 15 Juli 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Copa America 2024 Tuntas: Argentina Juara, James Rodriguez Pemain Terbaik, Lautaro Martinez Top Skor, Emiliano Martinez Kiper Terbaik

Turnamen Copa America 2024 telah selesai digelar, Senin, 15 Juli 2024. Simak daftar lengkap peraih penghargaan untuk edisi ini.


Profil Lautaro Martinez, Pahlawan Kemenangan Argentina di Final Copa America 2024

10 jam lalu

Pemain Argentina Lautaro Martinez melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kolombia dalam pertandingan final Copa America di Hard Rock Stadium, Miami, 15 Juli 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Profil Lautaro Martinez, Pahlawan Kemenangan Argentina di Final Copa America 2024

Lautaro Martinez menjadi pahlawan Argentina setelah mencetak gol satu-satunya di final Copa America 2024.


Angel di Maria Tak Akan Tampil di Piala Dunia 2026, Putuskan Akhiri Karier di Timnas Argentina setelah Juara Copa America 2024

10 jam lalu

Pemain Argentina Angel Di Maria mencium piala saat melakukan selebrasi setelah berhasil memenangkan Copa America 2024 setelah kalahkan Kolombia 1-0 di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, 15 Juli 2024.  REUTERS/Agustin Marcarian
Angel di Maria Tak Akan Tampil di Piala Dunia 2026, Putuskan Akhiri Karier di Timnas Argentina setelah Juara Copa America 2024

Angel di Maria tak akan tampil di Piala Dunia 2026. Ia mengakhiri kariernya bersama Timnas Argentina setelah menjuarai Copa America 2024.


Lionel Messi Menangis lalu Tertawa saat Timnas Argentina Juarai Copa America 2024

14 jam lalu

Pemain Argentina Angel Di Maria, Lionel Messi dan Nicolas Otamendi saat melakukan selebrasi setelah berhasil memenangkan Copa America 2024 setelah kalahkan Kolombia 1-0 di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, 15 Juli 2024.  REUTERS/Agustin Marcarian
Lionel Messi Menangis lalu Tertawa saat Timnas Argentina Juarai Copa America 2024

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, menjalani rangkaian momen emosional dalam final Copa America 2024 melawan Kolombia.


Daftar Juara Copa America: Timnas Argentina Genggam Rekor 16 Trofi setelah Jadi Kampiun Edisi 2014

14 jam lalu

Pemain Argentina Lionel Messi mengangkat piala setelah berhasil memenangkan Copa America 2024 setelah kalahkan Kolombia 1-0 di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, 15 Juli 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Daftar Juara Copa America: Timnas Argentina Genggam Rekor 16 Trofi setelah Jadi Kampiun Edisi 2014

Timnas Argentina memastikan diri menjadi tim yang paling rsering menjuarai Copa America setelah menjuarai edisi 2024.


Hasil Copa America 2024: Argentina Juara Usai Tekuk Kolombia 1-0, Gol Lautaro Martinez Jadi Penentu

15 jam lalu

Pemain Argentina Rodrigo De Paul berusaha melewati pemain Kolombia Jefferson Lerma pada pertandiingan final Copa America di Hard Rock Stadium, Miami, 15 Juli 2024. Mandatory Credit: Sam Navarro-USA TODAY Sports
Hasil Copa America 2024: Argentina Juara Usai Tekuk Kolombia 1-0, Gol Lautaro Martinez Jadi Penentu

Lautaro Martinez mencetak gol tunggal Argentina ke gawang Kolombia yang memastikan mereka keluar sebagai juara Copa America 2024.


Laga Final Copa America 2024 Argentina vs Kolombia Molor Lebih dari Sejam, Ini Penyebabnya

15 jam lalu

Pertandingan Argentina vs Kolombia tertunda akibat insiden di luar stadion di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, 15 Juli 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Laga Final Copa America 2024 Argentina vs Kolombia Molor Lebih dari Sejam, Ini Penyebabnya

CONMENBOL melakukan penundaan jadwal pertandingan final Copa America 2024 Argentina vs Kolombia hingga tiga kali.


Hasil Copa America 2024: Argentina vs Kolombia 0-0, Pertandingan Dilanjut ke Babak Tambahan

16 jam lalu

Pemain Argentina Rodrigo De Paul berusaha melewati pemain Kolombia Jefferson Lerma pada pertandiingan final Copa America di Hard Rock Stadium, Miami, 15 Juli 2024. Mandatory Credit: Sam Navarro-USA TODAY Sports
Hasil Copa America 2024: Argentina vs Kolombia 0-0, Pertandingan Dilanjut ke Babak Tambahan

Argentina dan Kolombia tak bisa memanfaatkan peluang yang didapat sepanjang 90 menit pertandingan final Copa America 2024.


Hasil Copa America 2024: Argentina vs Kolombia, Babak Pertama Skor 0-0

17 jam lalu

Pemain Argentina Lionel Messi berusaha melewati pemain Kolombia Carlos Cuesta dalam pertandingan final Copa Amerika di  Hard Rock Stadium, Miami, Florida, 15 Juli 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Hasil Copa America 2024: Argentina vs Kolombia, Babak Pertama Skor 0-0

Argentina dan Kolombia belum bisa memaksimalkan sejumlah peluang yang diperoleh pada babak pertama laga final Copa America 2024.