Hadapi Cina, Tim Indonesia Andalkan Pemain Muda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:  Indonesia sudah dapat dipastikan memegang tiket babak semifinal Piala Sudirman 2009 di Guangzhou, Cina. Kemenangan 4-1 atas Inggris Senin lalu, membuat Sony Dwi Kuncoro dan rekan-rekannya mengoleksi dua kemenangan pada subgrup 1B. Dengan demikian, Indonesia hanya perlu menanti laga melawan Cina, Kamis nanti, sebagai penentuan peringkat grup.

    Kali ini, Indonesia masih memimpin di puncak klasemen karena Cina baru bermain satu kali. Dalam laga pertama hari Minggu lalu, Cina mampu menggilas Inggris 5-0. Dan, jika Cina bisa menang melawan Jepang. Sudah dipastikan babak semifinal menjadi milik tim juara bertahan ini bersama Indonesia.

    Melawan Cina memang bukanlah perkara yang mudah. Di mata mantan pebulutangkis Haryanto Arbi, Cina memang cukup perkasa untuk ditaklukkan. "Cina melawan seluruh dunia pun belum tentu bisa terkalahkan," katanya.

    Tim yang diperkuat Lin Dan dan kawan-kawannya memang diprediksi akan kembali berjuang keras mempertahankan gelar juara yang sudah disabetnya sebanyak enam kali itu. "Apalagi tahun ini mereka kembali bermain di hadapan publik mereka sendiri. Pasti mereka selalu berusaha menjadi yang terbaik," katanya.

    Pemegang gelar juara All England 1993 dan 1994 itu melihat pembinaan yang baik di negara tirai bambu itu menjadi adanya regenerasi yang baik pula. "Jadi negara ini menjadi seperti memiliki kekuatan yang terus sama sepanjang tahun," katanya.

    Dengan demikian, Haryanto menilai laga terakhir melawan Cina akan sangat menguras tenaga. "Jadi saya menyarankan agar pemain muda saja yang diturunkan melawan Cina nanti," katanya. Baginya, hal itu akan sangat membantu para pemain utama untuk menyimpan tenaga menghadapi babak selanjutnya.

    Haryanto menambahkan dengan strategi seperti itu, kekuatan para atlet muda juga dapat terbaca dalam turnamen sekaliber Piala Sudirman seperti ini. "Mereka harus mulai merasakan atmosfir pertarungan di dalam kejuaraan tingkat dunia sebanyak mungkin. Semakin banyak pengalaman justru semakin bagus," katanya.

    Menurut atlet yang pernah memperkuat tim Sudirman sebanyak tiga kali itu, kekalahan yang mungkin dapat ditelan para juniornya tetap dapat menjadi pelajaran yang berharga. "Bagaimanapun juga kita harus tetap memberikan kesempatan bagi para atlet muda," katanya.

    Sebelumnya, atlet ganda putra Rian Sukmawan mengaku dirinya memang telah dipersiapkan untuk melawan Cina. "Sepertinya saya akan turun saat melawan Cina," kata pasangan Yonathan Suryatama Dasuki ini saat acara pelepasan pekan lalu. Baginya, kesempatan melawan tim terbaik seperti itu akan dimanfaatkannya sebaik mungkin. "Saya akan berusaha memberikan yang terbaik," katanya.

    Kiprah atlet muda dalam tim Sudirman memang tidak tampak cemerlang. Dalam laga melawan Jepang, Indonesia harus kecolongan satu angka di ganda putri. Shendy Puspa Irawat/Meiliana Jauhari kalah telak dari Satoko Suetsuna/Miyuki Maeda 16-21, 21-14. Adapun dalam laga melawan Inggris, sektor ganda putra yang paling diandalkan untuk merebut angka justru juga kecolongan. Pasangan muda Bona Septano/Muhammad Ahsan harus mengakui keperkasaan Nathan Robertson/Anthony Clark dan kalah 11-21, 21-18, 22-24.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.