Kalahkan Nadal, Federer Percaya Diri Menuju Prancis Terbuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Madrid: Roger Federer seperti mendapatkan bekal yang cukup untuk meramu penampilannya di turnamen Grand Slam Prancis Terbuka, pekan depan. Kemenangan 6-4, 6-4 atas pesaing terberatnya Rafael Nadal di babak final Madrid Terbuka akan mendongkrak kepercayaan diri petenis asal Swiss itu untuk berlaga di turnamen bergengsi lapangan tanah liat itu. “Saya mendapatkan kemenangan yang amat saya butuhkan,” kata Federer, perngkat dua dunia.

    Sukses Federer ini membawanya pada dua kemenangan atas Nadal yang kini menghuni puncak peringkat dunia itu di lapangan tanah liat. Kemenangan pertama Federer direngkuhnya di Hamburg, Jerman, dua tahun lalu. Adapun kemenangan di Madrid kali ini sekaligus mematahkan kekalahan lima kali berturut atas Nadal, sang raja tanah liat.

    Gelar juara pada Madrid Terbuka ini setidaknya dapat menjadi modal Federer dalam laga di Rolland Garros yang akan dimulai pada 25 Mei mendatang. Musim kering yang terus dialaminya sejak terakhir meraih gelar di Cincinnati tahun 2007 silam sudah mulai diatasi di Madrid ini. Federer sepertinya mampu kembali menjadi pesaing berat Nadal yang berambisi meraih gelar ke lima di Paris nanti.

    Meski demikian, Federer tetap melihat Nadal sebagai ancaman yang sangat berat. Dominasi Nadal pada lapangan tanah liat sebenarnya memang tidak diragukan. Petenis kidal asal Spanyol ini telah mengoleksi 33 kemenangan beruntun sebelum akhirnya dihentikan Federer di Madrid. Nadal pun hanya mengoleksi lima kekalahan dari 155 turnamen tanah liat yang pernah diikutinya.

    Sepanjang musim ini Nadal menunjukkan keperkasaannya dalam tiga turnamen lapangan tanah liat, di Monte Carlo, Barcelona, dan Roma. “Saya yakin dia (Federer) akan kembali dengan cukup solid nanti,” kata Federer yang menjadi satu-satunya petenis 10 besar yang mampu mengalahkan Nadal di lapangan tanah liat.

    Pada musim 2008, Federer juga harus menanggung kekalahan dari Nadal dalam dua ajang bergengsi Prancis Terbuka dan Wimbledon. Memasuki musim 2009, Federer mampu belum mampu mematahkan dominasi Nadal dan kalah di Australia Terbuka dalam pertarungan epik yang membuatnya menitikkan air mata saat upacara penyerahan hadiah.

    AP | EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.