Mimpi Nadal di Prancis Terbuka Kandas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • reuters

    reuters

    TEMPO Interaktif , Paris: Wajah Rafael Nadal menunduk. Tangan kirinya terangkat menyeka wajahnya. Raket di tangan kanannya terayun gontai ke bawah. Raja tanah liat itu terlihat merasakan kekalahan, setelah 31 pertandingan beruntun tak pernah kalah di Roland Garros.

    nadalNadal menyerah dari Robin Soderling, petenis Swedia berusia 24 tahun dengan perlawanan selama tiga setengah jam. Dalam pertarungan empat set, Soderling mampu menutup pertandingan dengan 6-2, 6-7 (2), 6-4, 7-6 (2).

    “Ya ini adalah akhir dari perjalanan dan saya harus menerimanya,” aku Nadal. “Saya harus menerima kekalahan saya seperti halnya saya menerima kemenangan saya dengan santai.”

    Soderling sendiri tak pernah lolos dari putaran ketiga di berbagai turnamen Grand Slam. Unggulan ke-23 ini membuat kejutan dengan menghapus mimpi Nadal yang ingin merebut gelar kelima kalinya di lapangan tanah liat. “Saya hanya bisa bilang kepada diri sendiri 'Ini pertandingan berbeda',” ujar Soderling.

    Mats Wilander, yang pernah tiga kali merebut gelar di lapangan tanah liat Prancis Terbuka mengaku terkejut dengan kekalahan Nadal. “Semua orang pasti terkejut,” ujar Wilander, yang bekerja sama dengan Soderling, dalam Tim Piala Davis Swedia sebagai kapten tim. “Nadal beberapa kali kehilangan poin. Tapi tidak seorang pun mengharapkan ini semua terjadi hari ini dan mungkin tidak tahun ini.”

    Saat pukulan backhand Nadal tersangkut di net, Soderling berhasil mematahkan servisnya dua kali di set pertama. Soderling mengatakan, itu kuncinya. “Saya merasa jika saya memenangkan set pertama, mengapa tidak di set kedua dan set ketiga?”

    Selanjutnya, Soderling akan menghadapi Petenis Rusia Nikolay Davydenko, yang menysihkan Fernando Verdasco dengan 6-2, 6-2, 6-4.

    AP| ROLAND GARROS| NUR HARYANTO






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.