Satu Kemenangan Lagi, Federer Menorehkan Sejarah Panjang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ap

    ap

    TEMPO Interaktif, Jakarta : Paris: Satu langkah lagi dan sejarah akan mencatat semuanya. Federer hanya membutuhkan satu kemenangan untuk menorehkan sejarah menyamai rekor Pete Sampras dengan 14 gelar Grand Slam dan menjadi petenis keenam yang meraih gelar empat Grand Slam berbeda.

    rogersoderlingDi partai semifinal, Federer mengalahkan unggulan kelima Juan Martin del Potro dari Argentina 3-6, 7-6 (2), 2-6, 6-1, 6-4. Selanjutnya, dia akan menghadapi Soderling di partai final. “Masih ada satu langkah lagi,” ujar Federer.

    Federer yang sejak tahun 2005 selalu kalah dari Farael Nadal empat kali di pertemuan final, kini cukup lega tidak bertemu musuh bebuyutannya. Amun, dia harus menghadapi Soderlin yang mengalahkan Rafael Nadal di putaran keempat. Federer mengaku terpesona dengan kemampuan Soderling.

    Sepanjang karirnya, Federer menang atas soderling 9-0, dan kini untk kali pertama mereka berjumpa di final Grand Slam. Soderling berhasil mengalahkan Fernando Gonzalez dari Cile dengan lima set 6-3, 7-5, 5-7, 4-6, 6-4 di semi final.

    “Saya tidak pandang remeh Soderling,” aku Federer. “Tenis adalah bagian dari hidupnya.”

    Soderling mengaku tidak percaya akan berhadapan dengan Federer. "Dia akan menjadi favorit," ujar Soderling. "Tapi saya pikir Nadal juga difavoritkan, saat saya menghadapinya.”

    Lolosnya ke final, bagi Soderling tak lepas dari dukungan juara enam kali Prancis Terbuka Bjorn Borg, yang sesama Swedia. Borg menonton di baris terdepan, saat Soderling berhasil memastikan lolos ke final. Sebelumnya, Soderling telah menyelamatkan rekor Borg dengan mengalahkan Rafael Nadal.


    AP| REUTERS| ROLANDGARROS.COM| NUR HARYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.