Yayuk Basuki Prihatin Indonesia Langka Petenis Muda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto:Tempo/Haryanto

    Foto:Tempo/Haryanto

    YayukTEMPO Interaktif, Jakarta: Yayuk Basuki gemas dengan ketiadaan generasi penerusnya di turnamen bergengsi sekelas Grand Slam. Petenis senior yang kini kembali ke lapangan itu menyatakan saat ini bibit-bibit petenis belum muncul. "Saya melihat belum ada generasi yang cukup kuat bersaing di turnamen seperti itu," katanya kepada Tempo, Sabtu (20/6).

    Menurut dia, kesempatan yang dimiliki para petenis muda saat ini seperti Ayu Fani Damayanti misalnya, tidaklah minim. "Yang saya lihat, mereka mengikuti banyak tour," katanya. Untuk dana ataupun dukungan sponsor, Yayuk menegaskan bahwa para petenis Indonesia sebenarnya mendapatkan jalan yang lebih mulus. "Banyak yang menunggu sosok atau figur di olahraga, sayangnya dari tenis masih belum terlihat," katanya.

    Yayuk menambahkan, yang terpenting sebenarnya adalah kemauan kuat untuk memberikan hasil terbaik di lapangan. "Kalau kita memiliki komitmen, pasti bisa berhasil," katanya.

    Hal itulah yang mendorong Yayuk meraih sukses di lapangan. Yayuk menjadi petenis Indonesia hingga melangkah di Grand Slam. Satu prestasi terbaik Yayuk ditorehkan di Wimbledon pada 1997. Yayuk sukses melangkah ke babak perempatfinal kala itu. Padahal, Indonesia sangat tidak familier dengan lapangan rumput yang digunakan di Wimbledon.

    Rupanya, ada satu kunci keberhasilan petenis yang mulai berlaga di Wimbledon sejak  1991 itu. "Saya mencoba memanfaatkan kelemahan lawan yang biasanya ingin memukul dengan sempurna di lapangan," katanya. Dengan taktik seperti itu, Yayuk mengaku cukup berhasil membuat sang lawan kalah mental dan mencuri banyak poin. "Ada juga yang pernah bilang tipe atau variasi pukulan saya memang sangat cocok di lapangan rumput," katanya.

    Yayuk menyatakan tipe pola permainan dengan variasi serangan voli dan juga serangan dari baseline seperti cocok untuk pertarungan di Wimbledon. "Apalagi bentuk lapangannya yang tidak rata seperti memang memberikan kesulitan tersendiri," katanya. Meski begitu, Yayuk menambahkan, untuk saat ini setiap petenis berpotensi untuk tampil gemilang di setiap kondisi lapangan. "Contohnya seperti Rafael Nadal yang bisa menang di semua turnamen Grand Slam, dalam kondisi lapangan yang berbeda," katanya.

    EZTHER LASTANIA
      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?