Murray Keluhkan Atap Wimbledon yang Berharga Rp 1,6 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:

    London: Keluhan pertama untuk atap stadion utama Wimbledon datang dari petenis tuan rumah Andy Murray. Petenis nomor satu Inggris ini mengeluhkan bayangan yang mengangu pandangannya, saat bagian dari struktur atap yang dapat digerakkan ditutup untuk melindungi orang-orang yang duduk di Royal Box dari sinar matahari.

    Meskipun dia memenangkan empat set, Murray mengaku beberapa kali selip dan kadang ragu dengan permukaan lapangan. "Masalahnya, atap yang datar bila terbuka membuat bayangan yang luas di lapangan.”


    "Ketika saya bermain sebagian besar lapangan gelap karena tertutup atap. Pada bagian belakang lapangan licin dan agak sulit untuk bergerak,” keluh Murray. "Sepertinya akan lebih buruk nantinya ketika matahari mulai turun apa yang terjadi ketika saya bermain.”


    Suhu udara dalam sepekan ini berkisar 35 derajat Celcius di bawah terik sinar matahari dan akan turun sampai 25 derajat Celcius saat teduh. Sementara, atap seberat tiga ribu ton --yang dibangun dengan menghabiskan dana 100 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 trilliun-- untuk kali pertama digerakkan pada hari Selasa lalu, untuk menutup sebagian penonton yang ada di Royal Box –termasuk presenter Bruce Forsyth-- dan pemain tetap di bawah sinar matahari.


    TELEGRAPH| NUR HARYANTO




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.