Sepeda Karya Hirst Akan Jadi Senjata Pamungkas Armstrong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • jollypeople

    jollypeople

    TEMPO Interaktif ,  Paris - Lance Armstrong bukan apa-apa tanpa sepedanya. Kembalinya ke balapan yang melambungkan namanya di Tour de France, dia telah menorehkan catatan yang bagus, setelah kini menempati posisi tempat kedua.


    Arsmtrong berencana akan menggunakan sepeda karya seniman terkenal Inggris Damien Hirst. Namun, sepeda ini hanya akan digunakan pada etape-etape terakhir di Tour de France.


    sepedaDalam situs jejaring sosial Twitter, Armstrong mengatakan, Hirst yang membuat desain rangka sepedanya. Meski, dia tidak memberikan detil rinciannya. "Damien telah memberikan hadiah dari desain itu," untuk mempromosikan yayasan amal Armstrong, menurut manajer bisnis Hirst, Frank Dunphy. "Kami telah dikenal Lance Armstrong lama.”

    Dunphy menegaskan, sepeda karya Hirst akan digunakan untuk etape-etape terakhir dari perlombaan, yang berakhir 26 Juli di Paris.

    Armstrong, 37, saat ini mengincar gelar kedelapan dari balapan sepeda paling berat di dunia ini, setelah sempat menyatakan pensiun. Sejauh ini, dia telah menggunakan sepeda hitam-putih buatan Madone dari Trek Bicycle Corp, dengan detail kuning dengan tulisan nama yayasannya, Livestrong.

    Seperti diketahui, Armstrong selamat dari kanker prostat sebelum memenangi tujuh kali balapan Tour de France 2005.

    Sedangkan Damien Hirst, seniman yang karya-karyanya terjual mencapai US$ 178 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun di balai lelang Sotheby September lalu. Karya-karya juga menjadi koleksi sebuah grup investasi di tahun 2007 yang membeli patung platinum, tengkorak bertahtakan berlian yang bernilai $ 100 juta. Dia juga mengawetkan sapi dan menjual lukisan.


    BLOOMBERG| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.