Tenis : Pangaturan Skor Marak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketakutan akan maraknya pengaturan skor dalam pertandingan tenis putra kembali menyeruak ke permukaan. Kejanggalan kembali datang di pertandingan babak pertama turnamen Mercedes Cup di Stuttgart, Jerman, Selasa lalu. Uang dalam jumlah tidak wajar dipertaruhkan untuk kemenangan petenis peringkat 56 dunia asal Spanyol, Oscar Hernandez.

    Banyak yang bertaruh Hernandez dapat mengalahkan Janko Tipsarevic asal Serbia dalam dua set langsung. Taruhan itu pun tidak meleset, Hernandez benar-benar menang dua set langsung, 6-4, 6-4, atas Tipsarevic. Rumah judi terkemuka, William Hill, menangguhkan taruhannya. Betfair, yang bergerak di bidang yang sama, melaporkan ada kejanggalan dengan jumlah taruhan yang ada dalam pertandingan itu.

    Setidaknya ini merupakan kasus ketiga yang ditemukan dalam satu bulan ini. Di mana ada sebuah permainan tersendiri dalam pertaruhan untuk pertandingan antara dua petenis yang ada dalam 100 besar dunia. Sebuah permainan yang bisa membuat hasil pertandingan mereka tidak ada artinya karena dibatalkan. Sebuah trik yang cukup kuat untuk menjadi bahan untuk dilaporkan ke pihak berwenang.

    Kasus ini akhirnya dilaporkan ke dua badan di bawah Asosiasi Tenis Profesional Putra (ATP), Komisi Perjudian (GC) dan Unit Integritas Tenis (TIU), untuk penyelidikan lebih lanjut. Kasus kemenangan Hernandez ini merupakan laporan ke enam yang ditujukan kepada CG atau TIU atau keduanya.

    Kasus sebelumnya yang juga dilaporkan adalah pertandingan babak pertama Wimbledon antara petenis Amerika Serikat Wayne Odesnik dengan Jurgen Melzer. Pertandingan yang dimenangkan Melzer itu sudah mengumpulkan ratusan ribu Poundsterling di papan skor yang terpanjang di situs-situs online.

    Bukan kali ini saja pertandingan Hernandez dicurigai. Sepekan sebelum kasus di Wimbledon terjadi, TIU melakukan penyelidikan pertandingan Ordina Open saat terjadi pertaruhan yang tidak wajar untuk kemenangan Hernandez atas petenis Austria Daniel Koellerer. Jumlah itu membuat taruhan dibatalkan.

    Kasus-kasus lainnya juga sedang berada dalam penyelidikan. Dua kasus serupa terjadi di awal tahun saat dua petenis Argentina mengalami kekalahan dengan nilai taruhan yang luar biasa. Kala itu TIU dengan berkonsentrasi memeriksa ketidakwajaran jumlah taruhan dari kemenangan petenis Prancis Jean-Rene Lisnard atas Christophe Rochus (Belgia) 6-2, 6-2.

    Penyelidikan kasus-kasus itu sendiri dimulai dengan mencari tahu adakah sebuah tawaran keuntungan tertentu yang ditawarkan pada pemain jika dia melakukan sesuatu. Kondisi cedera pemain yang paling sering digunakan sebagai tawaran. Pertukaran informasi yang demikian sebenarnya melanggar aturan.

    Meski begitu, belum ada petenis yang sudah didakwa melanggar aturan itu sampai saat ini. Alasan cedera memang cukup kuat untuk tetap membuat para petenis tetap sejalan dengan aturan. Seberapa pun besarnya nilai pertaruhan yang dicurigai itu, pertandingan tenis itu akan bersih dari tuduhan. Rumah-rumah judi menjadi tidak terlalu khawatir dengan itu.

    Dalam kasus lain, rumah judi itu bahkan menahan pembayaran pada pemenang taruhan untuk kasus-kasus yang berada dalam penyelidikan. Penahanan dilakukan sepanjang pihak berwenang berupaya mencari jalan keluar masalah itu. Juru bicara rumah judi William Hill menyatakan “Kami tidak akan membayarkan hasil taruhan Lisnard melawan Rochus sampai Komisi Perjudian mengeluarkan keputusan,” katanya. Pihak Komisi Perjudian maupun TIU justru memilih tutup mulut terkait dengan masalah ini.

    THE INDEPENDENT | EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.