SM Britama Selangkah Lagi Jadi Juara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -  Klub Satria Muda (SM) Britama sukses mengamankan game ketiga dalam final Liga Basket Indonesia (IBL) musim 2008/2009. Pada pertandingan yang dilangsungkan di Hall Basket Senayan, Sabtu (1/8), SM berhasil mengalahkan Aspac Jakarta dengan skor 53-43. Dari lima game, SM kini memimpin seri final dengan kedudukan 2-1 atas Aspac.

    Kini SM hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar juara mereka sekaligus meraih trofi Liga keempat secara berturut-turut. Manajer SM Dwui Eriano mengatakan kemenangan yang diraih timnya adalah hasil yang memuaskan. “Game kami hari ini bagus meski kami sempat kehilangan irama permainan di kuarter pertama,” katanya.

    Pemain guard Faisal J. Achmad mencetak angka tertinggi untuk SM dengan 17 poin. Youbel Sondakh menambah perolehan SM dengan mengemas 10 angka dan sembilan rebound. Sedangkan center andalan SM, Ronny Gunawan, hanya mampu mencetak enam angka dan delapan rebound.

    Ada pun pemain guard Aspac megncetak poin tertinggi di pertandingan itu dengan 18 poin. Pemain forward Aspac Rizky Effendi menambah tujuh angka. Meski tampil ngotot sejak awal, dari sepuluh pemain Aspac yang diturunkan, hanya dua orang yang mengemas poin di atas lima. “Kami semua sudah usaha, tapi lihat sendiri zone defense SM ketat dan para pemain kami terlalu terburu-buru,” kata asisten pelatih Aspac Michael Ferdinandus.

    Eriano mengatakan timnya memang menerapkan strategi bertahan sejak awal pertandingan. Tidak mau kecolongan hingga kalah seperti pada game pertama, SM sudah membuat full court defense di babak kedua. “(kalah di game pertama) itu kecelakaan, kami membuat kesalahan di pertahanan dan punya masalah menembus zone defense Aspac. Kali ini itu tidak boleh terjadi lagi,” kata Eriano.

    Eriano pun mengakui kemenangan SM kali ini karena timnya menjaga ketat wilayah pertahanan dan menjaga para pemain Aspac tidak mencetak poin banyak. “Kami tidak banyak menyerang, kami menang karena bertahan,” katanya. Ia menilai Xaverius adalah pemain yang harus dijaga dengan ketat. “Ia mampu membuat tembakan di saat sulit,” kata Eriano.

    Aspac sebetulnya sudah unggul di kuarter pertama dengan skor 19-12. Bahkan tim itu menutup kuarter kedua dengan kedudukan 26-23. Namun di kuarter ketiga, para pemain Aspac banyak membuat kesalahan sendiri sehingga hanya mampu mencetak empat angka sementara SM membuat 16 angka. Pertahanan SM yang makin ketat di kuarter keempat membuat para big man Aspac tidak berdaya dan akhirnya menyerah 53-43.

    Meski kalah, Michael tetap optimis Aspac bisa merebut game keempat dan memaksakan pertandingan kelima dimainkan. “SM adalah tim yang berpengalaman, tapi biar bagaimana pun kami harus bisa mengambil game berikutnya,” kata Michael. Game keempat akan dimainkan di Hall Basket Senayan pada Minggu (2/8) sore.

    GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.