Kim Clijsters Gatel Kembali ke Lapangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Cincinatti:Mantan ratu tenis dunia Kim Clijsters rupanya tak bisa melupakan dunia yang telah membesarkan namanya: tenis. Ibu satu anak perempuan bernama Jada itu berencana kembali turun ke lapangan tenis pada ajang Cincinatti Terbuka pekan depan.

    Delapan belas bulan setelah melajirkan Jada, Clijsters akan memulai kembalinya dengan berhadapan dengan petenis Prancis Marion Bartoli di putaran awal Cincinatti Terbuka.

    Setelah Cincinatti Terbuka, petenis asal Belgia itu dijadwalkan tampil di ajang WTA, Toronto dan Amerika Serikat Terbuka pada akhir bulan Agustus. “Saya senang. Saya telah berlatih sejak lama dan saya tak sabar untuk kembali bermain,” katanya.

    Kemenangan, menurut Clijsters, bukan hal utama. Ia mengaku hanya ingin kembali bermaijn. “Penting bagi saya untuk berlatih dan kembali ke fisik saya seperti semula. Saya ingin kembali bermain,” jelasnya.

    Clijsters memutuskan menggantung raketnya pada Mei 2007. Namun, benih dalam pikirannya kembali menariknya untuk bermain ketika pada Januari lalu panitia Wimbledon memintanya untuk tampil dengan legenda tenis Jerman Steffi Graff, Andre Agassi, dan Tim Henman pada laga ekshibisi untuk menguji layar geser terbaru di atas lapangan utama.

    Kembali fit adalah tantangan terbesar buat Clijsters. Ia mengaku teramat sulit baginya untuk tampil moncer seperti kala masih merajai dunia tenis dulu. “Saya masih kesulitan untuk berlari dan fit. Fisik saya tidak bisa dibandingkan dengan ketika saya masih bermain bagus dulu,” lanjutnya.

    Clijsters, yang meraih satu-satunya gelar grand slam pada Amerika Terbuka 2005, menduduki puncak teratas peringkat WTA untuk pertama kalinya pada 2003 dan bertahan di puncak selama 19 pekan.

    REUTERS | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.