Minggu, 18 November 2018

Sembilan Hole Bersama Marcella Pranovia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tri Haniyatno

    TEMPO/Tri Haniyatno

    golfTEMPO Interaktif, Jakarta -  Marcella Pranovia bermimpi akan bermain golf pada tur Asosiasi Golf Putri Internasional (LPGA). "Itu yang menjadi target saya sekarang," katanya. Tubuhnya tinggi semampai dan tampak ramping. Gadis berwajah bule ini sedang bermain 18 hole bersama Ika Woro Palupi dan Ni Made Budiani, yang juga merupakan pegolf amatir putri Indonesia. Marcella baru saja kembali ke Indonesia dan mengikuti turnamen golf amatir di Jakarta. Tempo mencoba mengikuti permainannya pada paruh waktu terakhir. Berikut ini perjalanan permainan perempuan yang kini berdomisili di Bali itu.

    Hole 10
    Cella--begitu Marcella akrab disapa--sudah melalui separuh perjuangannya di turnamen Indonesia Amateur Golf Invitational 2009. Kini pegolf kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1994, itu berusaha mencetak pukulan birdie yang sudah dicetaknya pada hole 2 dan 4. "Haduh!" kata Cella setelah pukulan putting-nya hanya bisa mendekati hole. Dia gagal menambah koleksi birdie-nya dan hanya puas membukukan even par. Meski demikian, Cella merasakan kenikmatan yang lebih baik dalam melakukan putting pada putaran terakhir kali ini. "Saya bisa lebih konsisten, lebih rileks," katanya.


    Hole 11

    Sesaat setelah memukul menggunakan tongkat driver di daerah tee, Cella meminta air dingin dalam kemasan kepada sang caddy. Sedikit air yang dituangkan di tutup air minum kemasan itu, lalu ditempelkan pada kedua matanya. Cella tidak tahan terhadap sengatan matahari yang menyinari padang golf Imperial di Karawaci, Tangerang, itu. Tidak memberikan banyak perubahan di hole ini, Cella kembali membukukan even par.

    Hole 12
    Beralih dari hole yang sulit, Cella mencoba kembali memberikan hasil yang baik di hole ber-par 4 kali ini. Setelah memukul dari tee box, Cella langsung melahap pisang yang dibawanya dalam tas pemukulnya. Tak tahan terhadap panas yang menyengat, setelah menantikan pukulan dua rekannya dan bergerak menuju fairway, dia mulai berceletuk, "Panas banget, ya?" Cella pun tampil lebih stabil dan tetap membukukan even par.

    Kestabilan pukulan seperti ini membuat Derek Hardy, pelatih pribadinya, yakin Cella akan sukses di golf profesional tujuh tahun mendatang. Hardy baru menangani Cella selama dua bulan. "Dia melihat bagaimana saya memukul. Jika saya terus mengasah kemampuan saya, dia yakin saya bisa juara di turnamen-turnamen besar," kata Cella.

    Dengan prediksi yang diberikan sang pelatih, Cella pun siap kembali ke Amerika untuk mendalami teknik golf dengan lebih baik. Cella berencana memulai latihan di sana setidaknya pada akhir tahun ini. "Aku akan tinggal sendiri di sana, Ayah sudah setuju juga," katanya. Cella pun siap meninggalkan studi yang baru dia mulai di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Denpasar, Bali. "Dan saya akan sekolah di sana," katanya.

    Hole 13
    Sejak mengawali pukulan dari driver, Cella mengubah raut wajahnya menjadi tampak lebih suram. Dia tak lagi menampilkan senyuman centil yang kerap menghiasi wajahnya pada sejumlah hole sebelumnya. Double bogey memang menjadi torehan milik anak pasangan Yuda Surya Putra dan Rizky Carol Yumaica itu. Diam tanpa banyak komentar, Cella beralih ke hole selanjutnya.

    Meski bermain seperti itu, Cella justru tetap mengaku lebih puas. "Hari ini menjadi permainan terbaik saya, jangan tanyakan bagaimana saya bermain di dua putaran sebelumnya," katanya.

    Hole 14
    Tepukan kencang pada paha kanan menjadi tanda akhir permainan Cella di hole bernama Barongan ini. Putting yang dilancarkannya pada green tak bisa memberikan satu birdie untuknya, justru Ika Woro Palupi, yang bermain bersamanya, yang bisa melakukan pukulan birdie. Tak terlalu kecewa atas hasil yang dibuatnya, Cella tetap tersenyum manis melihat sebuah kamera yang lensanya mengarah tepat kepadanya.

    Gadis manis yang pernah mencoba menekuni dunia modelling ini memang tak bisa tak bergaya di depan kamera. Senyum manis lengkap dengan gaya-gaya centil selalu siap diberikan bagi para fotografer dan juru kamera. Tawaran untuk menjadi model atau berperan di layar televisi pun berdatangan. Meski begitu, Cella tetap setia berlatih golf. "Saya sudah berlatih sangat lama, sayang kalau ditinggal begitu saja tanpa prestasi," katanya.

    Sempat mencoba mengikuti kontes pemilihan gadis sampul sebuah majalah awal tahun ini, Cella enggan bertahan. "Lebih baik bermain golf saja," katanya. Bagi Cella, dunia hiburan seperti itu hanya akan dijalani untuk kesenangan.


    Hole 15

    Tidak ada yang berubah dengan gayanya, Cella selalu mengambil ancang-ancang, berlatih memukul dengan dua atau tiga kali ayunan sebelum akhirnya memukul bola. Pukulan keduanya dari fairway membawa bola jauh di bawah green. Tak lama setelah memukul, Cella pun kerap menepi untuk kembali mencoba ayunan pukulannya. "Tidak ada yang mengajarkan saya begitu. Biasanya, jika pukulan saya sedang terasa tidak bagus, saya pasti mencoba lagi saja," katanya.

    Pukulan cungkilan (pitch) melambungkan bola jatuh begitu dekat dengan hole pada green. Sayangnya, dia harus menggunakan tiga putting untuk memasukkan bola dalam hole. "Tadi bogey?" begitu dia bertanya setelah memukul. Begitulah yang terjadi.

    Hole 16
    Setelah mengetahui par hole, Cella langsung bersiap melancarkan aksinya. Setelah memukul dengan iron club dari tee box, Cella memilih berteduh di bawah pohon sambil bersandar pada bak pasir. Setelah putting mendekati pin, Cella harus tetap puas dengan pukulan even par.

    Hole 17
    Permainan Cella hampir usai. Pada hole dengan par 4 ini, ia masih tetap mencoba berfokus saat memukul. Padahal, di sela-sela pukulan, dia terus bercanda dengan Ika Woro. Cella merasa perlu melakukan hal seperti itu. "Dan, memang begitulah kalau saya bermain dengan Ika, selalu bergosip," katanya sambil tertawa. Canda ria itu mungkin tidak akan ditemukan jika Cella bermain dalam pengawasan ayahnya. "Ayah pasti akan marah melihat saya bermain seperti itu, tetapi begitulah saya tidak bisa terlalu serius," katanya.

    Cella menilai konsentrasi dalam bermain tidak harus selalu didapatkan dengan wajah serius dan pikiran yang tegang. Bermain dengan santai disertai canda tawa membawa Cella pada konsentrasi yang diinginkannya. Dan, pada hole bernama Raja dan Panglima, ini Cella mencetak even par.

    Hole 18
    Tak tahan terhadap panas yang terus menyengat, Cella memutuskan berpayung dalam hole luas dengan par 5 yang menjadi langkah akhirnya. Cella sempat berjalan menarik tas pemukulnya di fairway, tak lama dia langsung menyerahkannya kembali kepada caddy. Sambil berjalan, dia tak henti mengayunkan tangannya, ke kiri dan ke kanan. Cella seperti sedang mencari cara yang tepat untuk menghantam bola lewat pemukulnya.

    Setelah melakukan pukulan pertama, Cella sempat diganggu oleh pertanyaan Ika Woro tentang nasib bolanya yang jatuh jauh dari lapangan. Tanpa mau terlalu pusing, Cella langsung meminta pengawas turnamen dihubungkan. Cella pun langsung melanjutkan permainannya. Sayangnya, pada akhir pertandingan, Cella harus kembali mendapatkan bogey. Berakhir dengan hasil seperti itu, Cella tetap puas. "Akhirnya sudah selesai semuanya. Agak buruk di akhir memang, tetapi tidak jadi masalah. Secara keseluruhan, saya main bagus hari ini," katanya. Dan kami pun berpisah.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.