Hadapi Islamic Solidarity Games, Atletik Kirim Atlet Sesuai Kebutuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Paulus Lay tidak kebingungan untuk menurunkan skuad penuh pada Islamic Solidarity Games (ISG) yang akan berlangsung di Iran, 16-30 Oktober nanti. Wakil kepala bidang pembinaan dan prestasi PASI itu menyatakan Program Atlet Andalan (PAL) akan membantu pengiriman atlet. “Karena ada beberapa atlet yang memang diprogramkan untuk uji coba pada kejuaraan ini,” katanya ketika ditemui di sela-sela latihan di Stadion Madya, Senayan, Senin (24/8).

    Komite Olimpiade Indonesia (KOI) hanya memberikan jatah pengiriman enam atlet saja untuk pengiriman atlet ke ISG. Malah, awalnya PASI hanya diberi jatah empat atlet. “Saya memaklumi keterbatasan dana KOI, dan saya rasa PAL juga mempunyai tanggung jawab di sini karena kejuaraan ini juga telah masuk dalam program,” katanya.

    Oleh karena itu, Paulus menegaskan pihaknya akan tetap mengirimkan atlet sesuai kebutuhan PASI. "Memang belum ada jumlah pastinya, tetapi yang jelas jika melebihi jatah, PAL akan membantu," katanya.

    Paulus menyatakan masalah pengiriman itu masih perlu dibicarakan lebih lanjut dengan para pelatih serta pengurus PASI. "Kami akan membahas pengiriman atlet ke tiga kejuaaran yang ada menjelang SEA Games," katanya. Tiga kejuaraan itu termasuk Islamic Indoor Games, serta Asian Indoor Games dan Asian Championship yang akan berlangsung pada bulan November. "Tidak semua akan dikirim ke tiga event itu, sesuai keperluannya untuk uji coba akhir saja," katanya.

    Paulus menambahkan bahwa Asian Indoor Games dan Asian Championship sangat cocok untuk persiapan nomor-nomor kelompok seperti lari estafet. "Persaingan di tingkat Asia lebih ketat, sehingga kerja sama dan kekompakan dapat dibangun lebih baik," kata Paulus. Salah satu nomor yang dia usulkan adalah nomor lari estafet putra 4X100 meter.

    Pelatih PAL untuk nomor sprint Eni Nuraeni Martohardjo belum memutuskan tim estafet. Beberapa nama yang dicalonkan antara lain Suryo Agung Wibowo, Asrul Akbar, Fernando Lumain, Fadli, dan Franklin Burumi. Tim estafet baru menjalani satu kali uji coba. Suryo, Asrul, Fernando, dan Fadli pernah berlaga di kejuaraan Vietnam Terbuka Juni lalu.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?