Jelang Amerika Terbuka, Nadal di Persimpangan Jalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP| File

    AP| File

    TEMPO Interaktif, New York - Rafael Nadal bimbang. Petenis nomor tiga dunia ini mengaku mungkin tidak dalam kondisi puncak menuju Grand Slam Amerika Terbuka. Padahal, dia ingin melengkapi gelar Grand Slam-nya, setelah tiga lainnya, yakni Australia Terbuka, Prancis Terbuka, dan Wimbledon sudah pernah dimenanginya.

    nadal
    Bintang tenis Spanyol ini kembali ke kompetisi bulan ini setelah lepas dari kungkungan selama lebih dari dua bulan karena cedera otot di kedua lututnya. Sekarang peringkatnya melorot ke posisi tiga dunia. "Yah, aku nomor tiga di dunia. Dan nomor tiga di dunia harus memiliki kesempatan untuk menang, bukan?" kilah Nadal mengatakan kepada The Associated Press pada hari Rabu. "Tapi saya tidak tahu apakah aku akan tampil dalam kondisi terbaik."


    Nadal mengaku, salah satu alasan dia memutuskan untuk tidak mempertahankan gelar Wimbledon, Juni lalu, adalah bahwa ia mendapati dirinya berpikir terlalu banyak tentang lututnya. "Setelah cedera, pasti akan berpikir sedikit," katanya. "Tapi aku jauh lebih baik."

    Nadal tampil kembali di Piala Rogers di Montreal, namun kalah dari Juan Martin del Potro di perempat final. Dia kemudian takluk menghadapi Novak Djokovic di semifinal di Cincinnati Masters.

    Sebelumnya, Nadal telah mengistirahatkan lututnya, sejak putaran keempat Prancis terbuka ketika menyerah dari Robin Soderling pada 31 Mei. Ia kehilangan peringkat pertama yang digeser oleh Roger Federer dan kemudian turun menjadi nomor tiga di belakang Andy Murray.

    Di turnamen Amerika Terbuka, Nadal belum pernah merebut juara bahkan mencapai semifinal. "Ini sangat istimewa. Saya telah memenangkan tiga lainnya, jadi kalau saya menang (di Amerika Terbuka) maka akan lengkap,” "katanya. "Ini akan menjadi luar biasa."



    AP| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.