Wanita Perkasa di Balik AS Roma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Belum lama Rosella Sensi memegang kursi panas di AS Roma dia harus menghadapai tantangan berat. Klubnya , AS Roma terseok di awal kompetisi.

    Klub ini Kalah 2-3 oleh Genoa pada pertandingan pertama dipandang sebagai hal yang kurang bagus. Menghadapi Juventus, salah satu tim raksasa Italia di pertandingan kedua, menjadi ujian berat bagi Roma. Namun, Presiden AS Roma Rossella Sensi yakin klubnya akan bangkit.

    Rossella berusaha meyakinkan penggemar Roma bahwa mereka tidak perlu khawatir akan kelengkapan pemain tim kesayangannya. Meski sudah kehilangan Alberto Aquilani, yang pindah ke Liverpool, Roma memang belum melakukan pembelian pemain baru.

    "Kami akan berusaha sebaik mungkin. Kami sedang menelusuri pasar dan mencari pemain yang cocok dengan tim ini. Kami berharap bisa menyelesaikannya pada akhir bulan ini dan kami tidak akan menyerah," kata Rossella.

    Kini perjalanan Roma sepenuhnya di bawah kendali Rossella. Tidak mudah bagi seorang wanita untuk memimpin sebuah klub profesional dari cabang olahraga yang sebagian besar digemari para pria ini. Namun, wanita kelahiran Roma, 18 Desember 1971, itu punya pengalaman cukup untuk mengendalikan sebuah klub sepak bola.

    Rossella, yang juga bekerja sebagai wirausaha, adalah lulusan Libera Universita Internazionale degli Studi Sociali Guido Carli (LUISS). Ia memegang jabatan direktur manajemen dan sejak 28 Agustus 2008 menjadi presiden AS Roma untuk menggantikan ayahnya, Franco Sensi, yang meninggal pada 17 Agustus tahun yang sama.

    Kini Rossella menjadi wanita kedua yang menjadi presiden AS Roma. Sebelumnya, Flora Viola menggantikan suaminya, Dino Viola, yang meninggal pada 1991. Adapun musim ini Rossella menjadi satu dari dua wanita yang memimpin klub di Seri A Liga Italia. Satunya lagi adalah Ketua Bologna FC Francesca Menarini.

    Mengendalikan sebuah klub besar di Seri A bukanlah pekerjaan mudah. Rossella akan berhadapan dengan sengitnya persaingan Seri A, termasuk kerasnya tuntutan suporter fan yang meminta perubahan setelah timnya kalah di pertandingan perdana.

    Pelatih Roma, Luciano Spalletti, membutuhkan tiga pemain baru untuk mengisi posisi kiper, bek, dan penyerang. Suporter Roma juga mendesak manajemen klub melakukan perubahan dan kondisi akan memanas jika Roma tumbang di tangan Juventus. Itulah yang kini dihadapi Rossella. Tuntutan perbaikan tim, sementara kondisi keuangan klub belum membaik.

    Namun, Rossella mengingatkan agar para suporternya tidak perlu kecewa jika Roma akhirnya gagal mendapatkan pemain baru yang hebat. "Kami masih mencari pemain yang cocok. Tapi kami sudah mengontrak (Stefano) Guberti dan (Marco) Motta. Itu mungkin terlihat kecil, tapi musim ini akan berjalan baik," kata Rossella.

    Wanita ini baru melahirkan seorang anak perempuan, Livia, pada April lalu dari perkawinannya dengan Marco Staffoli, April dua tahun silam. Ia bakal menghadapi ujian berat untuk menyelamatkan Roma. Dan, bila gagal, Rossella bakal menyusul jejak pendahulunya, Flora Villa, yang hanya setahun memimpin klub itu.

    GOAL.COM | WIKIPEDIA | GABRIEL WAHYU TITIYOGA | PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.