Nova/Lilyana Juara Prancis Terbuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Ganda campuran Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir keluar sebagai juara turnamen Super Series Prancis Terbuka. Pasangan unggulan kedua itu menggilas rekan mereka sendiri, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa 21-7 21-7, Minggu (1/10), untuk meraih gelar juara super series keduanya tahun ini.

    Kedua pasangan ganda campuran ini sama-sama melibas ganda Cina untuk bisa mencapai babak final. Nova/Liliyana harus berjuang luar biasa melawan pasangan Cina unggulan kelima, He Hanbin/Yu Yang selama satu jam 17 menit. Tampaknya perjuangan berat Nova/Liliyana itu tak perlu berlanjut di babak final setelah bermain tanpa perlawanan berarti dari Hendra/Vita.

    Pelatih ganda campuran Richard Mainaky menyatakan bahwa kemenangan ini dapat menjadi pembuktian bahwa anak asuhnya itu, terutama Nova, masih pantas menjadi juara. "Ini menjadi jawaban atas pencarian bentuk persiapan untuk Nova yang selama ini belum ditemukan," kata Richard dalam sambungan telepon dengan Tempo. Richard menilai persiapan fisik yang tidak terlalu berat menjadi kunci keberhasilan Nova dalam turnamen.

    Nova, yang kini berusia 32 tahun, seringkali dianggap sulit untuk diandalkan sebagai juara. Dalam beberapa kesempatan di tahun 2009 ini, pasangan Nova/Liliyana cukup kesulitan mengoleksi kemenangan. Dengan hasil yang didapatkan di Prancis kali ini, Richard menilai bahwa peluang Nova/Liliyana untuk kembali menjadi juara dalam beberapa turnamen ke depan cukup terbuka lebar. "Saya akan lebih memberikan kebebasan pada Nova dalam latihan, sepertinya latihan berat justru membuatnya tidak maksimal saat bertanding," katanya.

    Dari Prancis Terbuka, Nova/Liliyana akan kembali beraksi di Hong Kong Terbuka pada 10-15 November mendatang. Richard berencana untuk memasangkan pemain lain untuk Liliyana pada turnamen lain setelah Hong Kong. "Saya mengistirahatkan Nova sebentar sekaligus menguji calon pasangan baru untuk Liliyana," kata Richard. Rencananya, pasangan Nova/Liliyana akan dirombak tahun depan, setidaknya setelah Asian Games di Guangzhou, Cina.

    Sebelumnya, Nova/Liliyana meraih satu gelar juara Super Series di Malaysia Terbuka awal tahun ini. Setelah itu, mereka selalu gagal menambah koleksi. Sementara itu, Hendra/Vita yang melesat dengan cepat untuk menjadi unggulan di turnamen sekelas Super Series ini, mendapatkan kesempatan pertama mereka berlaga di final.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.