Taklukkan Raksasa Valuev, Haye Sabet Gelar Kelas Berat WBA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Christof Stache

    AP Photo/Christof Stache

    TEMPO Interaktif, Nuremberg - Petinju Inggris David Haye menyabet sabuk tinju kelas berat WBA setelah menang angka atas juara bertahan Nikolai Valuev, Sabtu (7/10) waktu setempat.
    Haye menjadi petinju Inggris pertama yang menjuarai kelas berat setelah Lennox Lewis pensiun enam tahun lalu. Haye menang angka 116-112 dari dua juri, dan juri ketiga memberikan 114-114 dalam duel bertajuk 'Daud Melawan Goliat'.

    “Ini sangat berarti bagi saya. Sejak bayi, saya ingin menjadi juara tinju kelas berat,” ujar Haye dalam wawancara di ring. “Rasanya menyenangkan. Mimpi saya berubah menjadi kenyatan. Ini nyata... ia tidak memkul saya. Jadi, selama ia tidak memukul saya, saya dalam kondisi yang bagus.”

    “Saya meninju kepalanya di awal duel. Tetapi itu merupakan pukulan terkeras yang pernah saya lontarkan. Rasanya seperti memukul tembok... Saya yakin tangan saya patah. Saya membuat dia tampil seperti amatir. Orang-orang boleh saja meragukan kemampuan saya... tetapi saya mampu menang,” lanjut Haye.

    Valuev merupakan juara tinju terberat dan tertinggi sepanjang masa sebelum dikalahkan Haye. Valuev pun belum pernah jatuh selama 16 tahun menggeluti tinju. Namun, petinju yang baru sekali kalah tersebut kesulitan menghadapi Haye yang lebih cepat dan lebih ringan 44 kilo.

    Haye, yang memiliki rekor bertanding 22-1, memanfaatkan kecepatan menghadapi Valuev yang memiliki tinggi 2,13 meter.

    “Saya mengalami cedera tangan di ronde kedua atau ketiga. Jadi, saya tidak bisa memenangkan pertandingan dengan tangan kanan sehingga saya harus menggunakan tangan kiri saya. Saya harus memanfaatkan pergerakan kaki dan memenangkan pertandingan dengan kecerdikan,” kata Haye.

    “Saya merasa sangat gembira malam ini. Saya sudah mendisiplinkan diri saya dalam enam bulan terakhir. Semangat saya sempat jatuh ketika pertarungan di awal tahun (melawan juara IBF, IBO, dan WBO Vladimir Klitschko) gagal digelar. Tetapi ini bisa menebusnya,” tegas Haye.

    Petinju berusia 29 tahun asal London tersebut memanfaatkan pukulan kombinasi kanan dan kiri di ronde-ronde awal. Haye pun membuat Valuev tidak mampu memojokkan Haye ke sudut ring. Valuev kesulitan mengantisipasi kecepatan Haye.

    “Kecepatan lawan saya menjadi masalah bagi saya,” ujar Valuev. “Saya tidak bisa melepaskan pukulan tangan kanan yang baik dan perbedaan lebih dari 40 kilogram bisa dirasakan.”

    Haye bahkan sempat melepaskan pukulan kiri bertubi-tubi 60 detik di ronde terakhir. Akibat pukulan tersebut, Valuev yang berusia 36 tahun sempat goyah dan nyaris jatuh. Namun, Valuev mampu bertahan.

    “Hasilnya ditentukan di ronde terakhir,” ujar Valuev yang kini memiliki rekor 50-2.

    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.