Djokovic Angkat Tropi Paris Masters

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Serbia Novak Djokovic meluapkan kegembiraannya, setelah mengalahkan petenis Perancis Gael Monfils, dalam final Paris Masters (16/11). Djokovic menang 6-2,5-7,7-6. REUTERS/Benoit Tessier

    Petenis Serbia Novak Djokovic meluapkan kegembiraannya, setelah mengalahkan petenis Perancis Gael Monfils, dalam final Paris Masters (16/11). Djokovic menang 6-2,5-7,7-6. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO Interaktif, Paris - Novak Djokovic akhirnya mengangkat tropi masters. Petenis Serbia ini berhasil mengalahkan petenis tuan rumah Gael Monfils dengan 6-2, 5-7, 7-6 (7 / 3) di partai final Paris Masters.

    Djokovic berhasil merebut gelar Piala Masters untuk kali pertama tahun ini setelah empat kali masuk final. Kemenangan ini memastikannya tampil di London pekan depan untuk mengikuti turnamen pamundjokogkas di tahun 2009, pada 22-29 November.

    Pada saat kedudukan 6-2, 3-0, Djokovic tampaknya sudah di ambang juara. Namun, Monfils tak menyerah begitu saja. Dukungan penonton membuatnya bangkit. Ketinggalan 4-1, mampu dikejar Monfils sampai menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

    Djokovic, yang berusia 22 tahun, sempat kelabakan. Tie break dan akhirnya petenis Serbia menyerah di set kedua dengan 7-5. Namun, Djokovic kembali mampu menguasai diri dan mengakhiri pertandingan dalam waktu dua jam 43 menit.

    "Dalam empat kali final (Seri Masters), aku selalu kalah. Aku berpikir tentang itu," kata Djokovic. "Terutama saat Gael menjadi lebih baik dan dapat dukungan penonton. Aku harus melawan mereka berdua. Aku semakin lambat.”

    Stadion Bercy dengan kapasitas 15.000 penonton penuh sesak. Mata penonton hampir tak berkedip terhibur oleh aksi kedua petenis. Saat poin kritis, pada kedudukan 3-3, Djokovic tiba-tiba tampak gelisah dan beberapa kali membuat kesalahan sendiri.

    Akhirnya Djokovic menutup pertandingan dan mengangkat gelar kelimanya tahun ini dan mulai membayangi Rafael Nadal di posisi kedua.

    Sementara Monfils, sepertinya tak sia-sia membayar mahal pelatihnya Roger Rasheed dengan hasil final di Paris Masters ioni. "Dia membuat aku percaya bisa mencapai final di sebuah turnamen Masters," ujarnya. "Pada awalnya ia bermain bagus dan tidak ada yang dapat saya lakukan tentang hal itu. Tapi kemudian saya mulai percaya diri.”


    AP| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.