Federer Pastikan Peringkat Pertama Dunia Sampai Akhir Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Swiss Roger Federer mengembalikan bola ke petenis Spanyol Fernando Verdasco, dalam pertandingan ATP World Tour Finals di London (23/11). Federer menang 4-6,70-5,6-1. AP/Kirsty Wigglesworth

    Petenis Swiss Roger Federer mengembalikan bola ke petenis Spanyol Fernando Verdasco, dalam pertandingan ATP World Tour Finals di London (23/11). Federer menang 4-6,70-5,6-1. AP/Kirsty Wigglesworth

    TEMPO Interaktif , London – Roger Federer memastikan diri tetap bercokol di peringkat pertama dunia tahun 2009 ini. Dalam pertandingan kedua di turnamen pamungkas tahun ini, Federer berhasil mengalahkan Andy Murray dengan 3-6, 6-3, 6-1. Kemenangan ini memastikannya untuk menduduki peringkat pertama dunia untuk kelima kalinya.

    federerDalam pertandingan kedua, Federer mendominasi dalam dua set terakhir. Pada set pertama, dia gagal mengejar ketinggalan sehingga Murray lebih dulu menutup dengan 6-3. “Tentu saja gol terbesar saya adalah akhir tahun ini. Ini adalah penampilan terbesar yang saya bisa raih,” ujar Federer, yang tahun ini mencapai final di empat Grand Slam, menikah dan mempunyai anak gadis kembar.

    Federer kini sudah memetik dua kali kemenangan di Grup A dan difavoritkan lolos ke final turnamen ini. Pertandingan terakhir di Grup ini, dia akan menghadapi Juan Martin del Potro dalam turnamen Round Robin. Del Potro pernah mengalahkan Federer di final Amerika Terbuka.

    Dalam pertandingan di Grup A ini, Del Potro juga memetik kemenangan atas Fernando Verdasco dengan 6-4, 3-6, 7-6 (1). Kemenangan ini memberi peluang bagi dia untuk bisa lolos ke semifinal di turnamen yang digelar di O2 Arena ini.


    AP| NUR HARYANTO


    .


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.