Menteri Janji Danai Kawasan Olahraga Sudiang di Makassar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Makassar - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng berjanji mendanai proyek pembangunan Kawasan Olahraga (KOR) Sudiang. Proyek yang dibangun diatas lahan seluas 75 hektare di Kecamatan Sudiang, Kota Makassar, itu akan dikembangkan menjadi kawasan olahraga terbesar di kawasan Indonesia timur.

    "Beliau akan mengusahakan mengembangkan proyek monumental di bidang olahraga," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan Andi Ilham A Gazaling usai mendampingi Menteri usai menijau Kawasan Olahraga Sudiang, Sabtu (28/11).

    Andi Ilham mengatakan Menteri belum menyebutkan secara detail jumlah bantuan dana untuk proyek tersebut. Namun ia akan menanggapi keinginan Menteri dengan mengusulkan sejumlah anggaran ke Departemen Pemuda dan Olahrga 2010. "Jumlah usulannya masih dirumuskan, tapi saya optimis bisa mendapat dana dari pusat," kata Andi Ilham.

    Didampingi Andi Ilham, Mallarangeng meninjau proyek pembangunan kawasan olahraga Sudiang, siang tadi. Proyek yang sudah dibangun sejak 2001 tersebut sudah menghasilkan beberapa gedung misalnya Pusat Pelatihan Pelajar yang menjadi tempat pembinaan atlet berperstasi dan gedung pusat kegiatan kepemudaan. Mantan juru bicara Predisen itu sempat mengunjungi kedua gedung tersebut. "Beliau minta agar penggunaan gedungnya dioptimalkan," kata Andi Ilham.

    Hingga kini pembangunan Kawasan Olahraga Sudiang belum juga rampung. Padahal, target proyek yang dibangun sejak Zaenal Basri Palaguna masih menjabat Gubernur tahun 2001 harusnya sudah selesai sejak tahun ini. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berdalih, lambannya pembangunan kawasan karena anggaran yang disiapkan pemerintah pusat minim.

    Data yang diperoleh Tempo dari Pemerintah Provinsi, pada 2001 hingga 2007, anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan kawasan mencapai Rp 80 miliar. Tahun 2007, Departemen Pemuda dan Olahraga menyetujui pengucuran anggaran Rp 4 miliar untuk pembangunan lintasan sintetic stadion madya atletik di kaswasan . Namun 2008 hingga sekarang, tidak ada lagi anggaran dari pusat.

    Sementara anggaran dari Pemerintah Provinsi sebesar Rp 3 miliar dipakai untuk pembangunan stadion madya panahan, akses jalan, dan pembuatan pagar ke kawasan olahraga. Sedangkan pada 2009, anggaran sebesar Rp 92 juta untuk kelanjutan pembangunan stadionmadya atletik. Untuk 2010, Pemerintah Provinsi mengusulkan anggaran sekitar Rp 50 miliar ke Departemen.

    "Kami masih mengkaji kebijakan itu, karena yang mengusulkan sebelumnya adalah Dinas Tata Ruang," kata Andi Ilham yang belum sebulan menjabat Kepala Dinas Pemuda.

    Kawasan olahraga rencanya dipenuhi fasilitas seperti stadion utama berkapasitas 100 ribu penonton, stadion madya atletik, gedung olahraga, kolam renang, hall olahraga beladiri, sepak takraw, lapangan bolavoli, lapangan tembak, basket, panahan, senam, motoross, tenis meja, tenis indoor, anggar dan velodrome (sepeda).

    Selain itu juga akan dibangun kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan, pusat perbelanjaan, taman rekreasi, danau buatan, hotel, pintu gerbang utama, serta akses jalan .


    TRI SUHARMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.