Davydenko Mengakhiri Penantian Panjangnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Alastair Grant

    AP/Alastair Grant

    TEMPO Interaktif, London – Siapa menanam dia mengetam. Kiasan ini yang sekarang sedang hinggap dalam takdir Nikolay Daydenko. Petenis berusia 28 tahun ini menatap piala besar di sampingnya, matanya berkilat memandangnya. Nama petenis Rusia ini terukir di samping petenis-petenis hebat dalam sejarah: Roger Federer, Pete Sampras, dan Bjorn Borg.

    davySetelah lima tahun bertahan di antara sepuluh petenis papan atas dunia, kini Davydenko telah memenangkan akhir musim ATP World Tour Finals, mengalahkan tiga juara Grand Slam tahun 2009 dalam perjalanannya. Juara Grand Slam Amerika Terbuka ini menundukkan Juan Martin del Potro dalam partai final dengan 6-3, 6-4 pada hari Minggu lalu.

    Saya pikir itu luar biasa," kata Davydenko.

    Dalam sepekan ini, ia menghabisi tiga raksasa tenis yang bercokol berminggu-minggu, yakni Rafael Nadal, Federer dan Del Potro dan semua kecuali satu dari finalis Grand Slam. Satu-satunya petenis yang terhindar dari ayunan raketnya adalah Andy Roddick, yang mundur dari turnamen ini karena cedera.

    Kemenangan ini mengukuhkan tempat Davydenko sekaligus mengambil alih posisi Roddick, dari peringkat tujuh dunia naik ke posisi enam. "Empat kemenangan dari lima pertandingan. Apa yang telah saya lakukan di sini, pertama itu sangat bisa konsentrasi dengan baik. Secara fisik, saya tidak tahu apa yang saya bisa jelaskan," kata Davydenko, yang berlatih hanya tiga hari menuju ke turnamen. "Langkah demi langkah, dari pertandingan pertama melawan (Novak) Djokovic, mungkin pertandingan pertama yang memberi lebih banyak kesempatan, lebih percaya diri, mungkin semuanya."

    Turnamen yang berganti nama menjadi Final ATP World Tour dari sebelumnya Masters Cup, digelar di O2 Arena untuk pertama kalinya dengan kapasitas penonton mencapai 18.000 orang setiap pertandingan.

    Dalam pertandingan perdana di Grup B, Davydenko menyerah dari Djokovic – yang juga mengalahkannya pada akhir tahun lalu, di Shanghai. Namun, Davydenko bisa melumat juara Australia Terbuka Nadal dan kemudian finalis Prancis Terbuka Robin Soderling.

    Di semifinal, Petenis Rusia ini mengalahkan Federer, petenis yang telah mengumpulkan 15 gelar Grand Slam. "Dia melakukannya dengan baik," kata Federer, yang kalah dari Davydenko untuk pertama kalinya dalam 13 pertemuan, meski Federer tetap bercokol di peringkat pertama dunia.

    Sebelum memenangkan gelar ini, Davydenko mungkin telah banyak dibicarakan terkait skandal taruhan, tapi empat kali menjadi semi finalis Grand Slam ini bebas dari segala kesalahan. Dan sekarang dia telah membuktikan dengan memiliki piala besar itu.

    Tekanan yang dihadapi sudah menghadang. Davydenko diharapkan bisa memenangkan gelar Grand Slam pertama pada tahun 2010. "Kalau Grand Slam dengan best-of-three, mungkin ya," kata Davydenko, yang mengakui usia dan fisiknya tidak mampu bekerja dalam lima set. “Saya perlu persiapan fisik yang sangat bagus untuk pertandingan lima set di Australia. Anda perlu bermain tidak hanya dua jam, tapi butuh empat jam."

    AP| REUTERS| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.