Sang Juara Sejati dari Prancis Itu Gantung Raket

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain perancis Amelie Mauresmo memukul bola ke arah lawan petenis perancis lainnya Alize Cornet pada turnamen piala Kremlin di Moskow Senin (6/10). (AP Photo/Misha Japaridze)

    Pemain perancis Amelie Mauresmo memukul bola ke arah lawan petenis perancis lainnya Alize Cornet pada turnamen piala Kremlin di Moskow Senin (6/10). (AP Photo/Misha Japaridze)

    TEMPO Interaktif, Paris – Juara dua kali Grand Slam Amelie Mauresmo mengundurkan diri dari tenis. Dia mengaku tidak memiliki hasrat membara untuk kompetisi lagi.

     

    ameliePetenis berusia 30 tahun ini pernah nangkring di peringkat pertema dunia dan kini bertengger di 21 dunia. Petenis Prancis ini memutuskan pensiun meski akan tetap beraktifitas di dunia tenis.

    "Saya tidak ingin melatih lagi," kata Mauresmo, yang matanya berkaca-kaca. "Aku harus membuat keputusan. Ketika Anda semakin tua, sulit untuk tetap bertahan di atas. "

    Mauresmo, memenangkan dua gelar Grand Slam pada tahun 2006, di Australia Terbuka dan Wimbledon. Dia mengatakan senang meninggalkan catatan yang bagus setelah memenangkan 25 gelar tunggal dalam dua tahun. Dia juga bertahan di jajaran top 10 pemain di tahun terakhir.

    "Ini agak sedih, tapi sudah keputusan yang tepat," kata Mauresmo. "Aku cukup beruntung memiliki karir yang luar biasa."

    Mauresmo menduduki peringkat pertama tahun 2004, dan memainkan pertandingan terakhir di putaran kedua tahun ini di Amerika Terbuka. Dia kalah dari Aleksandra Wozniak dari Kanada 6-4, 6-0.

    Mauresmo mengatakan, dia tidak menyesal dan merasa bangga ketika melihat ke belakang pada karir yang dimulai pada tahun 1993. "Aku memimpikan karir ini, aku bermimpi memenangkan gelar Grand Slam," katanya. "Aku mengangkat piala di setiap kota di dunia”

    Mauresmo mengaku bahwa dia memutuskan untuk bermain tenis setelah menyaksikan kemenangan Yannick Noah tahun 1983 Prancis Terbuka. Dia menjadi pemain pertama dari Prancis, baik putra maupun putri yang mencapai nomor satu dunia pada 13 september 2004. Dia memegangnya selama lima minggu, dan direbut kembali pada 20 Maret 2006 hingga 12 Desember. Total, ia menghabiskan 39 minggu di puncak peringkat pertama dunia.

    Lucunya, dia tak pernah merebut gelar di Roalnd Garros, yang menjadi turnamen kebanggan Prancis. Mauresmo juga memenangkan Piala Fed, saat membela Prancis pada 2003 dan kejuaraan WTA pada tahun 2005. Dia memenangkan medali perak di Olimpiade Athena pada tahun 2004.

    Dia punya musim terbaik di tahun 2006, memenangkan Australia Terbuka dan Wimbledon dengan kemenangan atas Justine Henin di final. "Amelie akan dicatat dalam sejarah sebagai salah satu pemain terbaik dari generasinya dan duta yang hebat bagi tenis wanita," Ketua WTA Stacey Allaster kata. "Amelie adalah pemain yang luar biasa, salah satu kepribadian paling baik dan ramah pada Tour, dan juara sejati baik dalam tenis dan dalam hidup."

    Ditanyakan tentang kemungkinan comeback, Mauresmo mengatakan bahwa keputusan itu definitif. "Aku telah belajar untuk tidak pernah bilang 'tidak pernah,'" katanya.


    AP| NUR HARYANTO





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.