Angkat Besi Sudah Sumbang Tiga Emas di SEA Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Vientiane – Cabang olahraga angkat besi sukses menambah tiga medali emas untuk Indonesia pada SEA Games di Laos pada pertandingan di Pornsawan Gymnasium, Jumat (11/12). Ketiga emas itu diraih oleh lifter Eko Yuli Irawan yang bertanding di kelas 62 kilogram, Lisa Raema Rumbewas (58 kg), dan Triyatno (69 kg).

    Eko yang pernah mendapat emas pada SEA Games di Thailand dua tahun lalu kini kembali tak terkalahkan dan mencatat angkatan terbaik 135 kg untuk snatch dan 165 kg untuk clean and jerk dengan total angkatan 300 kg. Dengan hasil ini Eko juga sukses mematahkan rekor SEA Games 2007 yang dibuat Gustar Junianto untuk total angkatan (300 kg) dan clean and jerk (160 kg). Untuk angkatan snatch, Eko mematahkan rekor Chom Singnoi (130 kg) yang dibuat pada SEA Games 2001.

    Setelah Eko sukses, giliran Lisa yang unjuk kemampuan dan brehasil mendapat medali. Ia mampu membukukan angkatan snatch 94 kg dan clean and jerk 116 kg dengan total angkatan 210 kg. Di kelas ini medali perak diraih oleh lifter Thailand, Pimsiri Sirikeuw yang meraih total angkatan 208 kg sedangkan medali perunggu diraih lifter tuan rumah, Mailor Lortoungdaue, dengan total angkatan 137 kilogram.

    Keberhasilan Triyatno yang bertanding dua jam setelah Lisa makin menambah kegembiraan kontingen angkat besi Indonesia. Triyatno mampu menyingkirkan pesaing utamanya asal Thailand, Phisan Hansawong, melalui angkatan snatch 147 kg dan clean and jerk 179 kg dengan total angkatan 326 kg. Nilai total angkatan Triyatno itu sekaligus mematahkan rekor SEA Games 2003 yang dipegang oleh sesama lifter Indonesia Misdan Yupin seberat 310 kg. “Meraih medali emas sesuai target itu sangat menyenangkan, apalagi kawan-kawan saya sebelumnya juga mendapat emas, saya tambah semangat,” kata Triyatno.

    GABRIEL WAHYU TITIYOGA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?