Tenis Indonesia, Satu Perak dan Satu Perunggu dari Nomor Beregu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Petenis putri, Ayu Fani Damayanti dan rekannya belum mampu mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Para petenis ini masih belum bisa mengalahkan ketangguhan tim Thailand dan kalah 0-2 di babak final yang berlangsung di lapangan tenis National Sport Complex, Sabtu (12/12).

    Dengan demikian, tenis baru bisa menyumbangkan satu medali perak. Pada pertandingan pertama, Lavinia Tananta langsung tunduk dua set dari tunggal putri Thailand Nudnida Luangnam 5-7 1-6.

    Manager tim tenis Indonesia Kresno Merdiko menyatakan bahwa hasil seperti itu memang cukup disayangkan. "Kami sebenarnya memang sangat berharap mencuri poin dari tunggal pertama dan ganda," katanya.

    Menurut Diko, yang juga merangkap sebagai pelatih tim, melihat keberadaan petenis papan atas, Tamarine Tanasugarn di tim Thailand pasti akan sangat menyulitkan anak-anak asuhnya. Prediksi ini memang tidak jauh meleset. Ayu Fani Damayanti yang harus berhadapan dengan Tanasugarn akhirnya tidak bisa berbuat banyak dan kalah 2-6 0-6.

    Ketertinggalan Indonesia 0-2 membuat partai ganda tidak jadi dimainkan. Pasangan Sandy Gumulya/Jessy Rompies tidak perlu meladeni permainan pasangan Thailand, Suchanan Viratpraset/Karatchaya Wongteanchai.

    Menurut Diko, para petenis putri ini setidaknya bisa mendapatkan jalan yang sedikit lebih mudah untuk mencapai babak final karena melihat persaingan yang ada masih cukup merata. "Saya cukup yakin Tamarine Tanasugarn, yang menjadi lawan paling berat mereka, tidak akan turun di nomor perseorangan," katanya.


    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?