Fokus Nadal pada 2010 Borong Banyak Gelar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif,Abu Dhabi,Uni Emirat Arab: Petenis Spanyol Rafael Nadal mengaku fokusnya pada 2010 bukanlah menggeser posisi Roger Federer di peringkat atas ATP. Komentar itu dilontarkannya usai mengakhiri dua kekalahan terdahulunya dengan menang dari Robin Soderling 7-6 (3), 7-5 pada babak final turnamen pembuka ekhibisi Capitala di Abu Dhabi.

    “Semua orang menginginkan menjadi petenis nomor satu dunia. Buat saya itu bukan tujuan utama saya tahun ini. Saya ingin tampil kompetitif dan memenangkan banyak gelar dalam turnamen sebisa mungkin,” ungkap Nadal, Minggu (3/1).

    “Untuk mendapatkan kesenangan kala bermain, untuk sehat, dan untuk tampil seperti penampilan saya dua hari belakangan ini,” lanjutnya.

    Tampil melawan Soderling, Nadal melakukan serangan dengan servis kerasnya ke arah Soderling. Tak tinggal diam, petenis asal Swedia itu juga melancarkan servis keras untuk meladeni permainan lawannya. Namun petenis Spanyol itu sukses mematikan permainan lawannya pada game keenam babak kedua di Zayed Sports City.

    Soderling mengakhiri rekor 32 tak terkalahkan Nadal di lapangan tanah liat di Prancis Terbuka tahun lalu. Ia kembali mengalahkan salah satu seteru abadinya di ATP World Tour di London.

    Federer sendiri harus puas menjadi juara ketiga usai membungkam petenis Spanyol David Ferrer dua set langsung 6-1, 7-5.

    Nadal akan tampil pada ajang Qatar Terbuka pekan depan. Setelah itu ia akan bergabung dengan petenis lainnya untuk turun pada turnamen Australia Terbuka pada 18 Januari dan ABN Amro, 8 Februari di Belanda sebelum istirahat. Ia menderita cedera lutut dan perutnya musim lalu, absen di Wimbledon dan beberapa turnamen lainnya.

    “Setelah berakhirnya musim saya tidak berhenti berlatih selama dua setengah pekan. Saya berharap tampil bagus di Doha, Australia, dan Rotterdam. Setelah itu isirahat untuk mempersiapkan tampil di Amerika Terbuka dan turnamen lain setelahnya,” tutup Nadal.

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.