Bulls Ungguli Celtics 96-83

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Boston - Menjalani empat pertandingan dalam lima hari jelas sangat merugikan Boston Celtics. Ditambah lagi dua pemain intinya, Kevin Garnett dan Rasheed Wallace, harus absen akibat cedera. Hasilnya, Chicago Bulls yang mendapat keuntungan dari hal itu saat menumbangkan Celtics 96-83 dalam lanjutan Liga Basket Amerika (NBA), Kamis (14/1).

    Lima pemain Bulls sukses mencetak poin ganda dan membawa tim itu meraih kemenangan ketiganya berturut-turut. “Kami berusaha menjaga tempo permainan tetap tinggi dan kami bisa melakukannya dengan baik,” kata Luol Deng yang mencetak 25 poin dalam pertandingan itu.

    Derrick Rose membuat 17 poin dan delapan rebound. Center Joakim Noah berhasil mencetak double-double dengan 15 poin dan 11 rebound. Ada pun Kirk Hinrich membuat 11 poin dan pemain forward Taj Gibson mencetak 14 poin.

    “Ini pertandingan paling lengkap yang pernah kami mainkan. Semua yang kami lakukan bekerja dengan baik,” kata Derrick.

    Di kubu Celtics, guard Rajon Rondo membuat 15 poin dan tujuh assist. Paul Pierce menambahkan 20 poin, enam assist dan delapan rebound untuk Celtics. Hasil double-double 14 poin dan 10 rebound yang dibuat center Kendrick Perkins belum mampu mengangkat Celtics dari keterpurukan. Tanpa Garnett dan Wallace, lini pertahanan Celtics jadi lebih rapuh.

    “Mereka (Bulls) bermain dengan usaha lebih baik dari kami. Saya pikir komunikasi kami di lapangan saat melakukan pertahanan tidak berjalan bagus,” kata Perkins.

    Dengan hasil ini, Bulls menempati peringkat kedelapan dari 15 tim di Wilayah Timur dengan 17 kemenangan dan 20 kali kalah. Ada pun Celtics yang sudah mengumpulkan 27 kemenangan dan baru 11 kali kalah menempati posisi kedua membuntuti Cleveland Cavaliers yang menjadi pimpinan Wilayah Timur.

    AP/REUTERS/NBA/GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.