Pemusatan Latihan Asian Games Mulai 1 Februari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memutusakan pemusatan latihan nasional menghadapi Asian Games 2010 di Guangzhou bakal dimulai 1 Februari mendatang. KONI telah menyiapkan draf Surat Keputusan untuk 17 cabang olahraga yang bakal diikutsertakan dalam pesta olahraga tingkat Asia November mendatang.

    "KONI berencana melakukan koordinasi bersama 17 pengurus cabang olahraga tersebut untuk membahas persiapan pelatnas," kata Mulyana, kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI saat dihubungi Tempo, Jumat (15/1). Dalam pembahasan nanti, Mulyana menambahkan, akan berfokus pada bagaimana metode latihan yang akan diterapkan, penentuan lokasi latihan, dan workshop.

    Sampai hari ini, baru 13 cabang olahraga yang menyerahkan daftar nama atlet sekaligus pelatih dan menajernya. Padahal, KONI telah meminta pengurus cabang segera menyerahkan daftar tersebut sejak minggu lalu. KONI, menurut Mulyana, tidak akan mempermasalahkan cabang olahraga yang belum mengirimkan daftar atletnya. "Jalan dulu yang sudah ada," katanya.

    Mengenai keputusan soal PAL (Program Atlet Andalan) yang hingga kini belum turun, Mulyana menambahkan bahwa hal itu tidak akan mempengaruhi persiapan Asian Games. "Atlet untuk Asian Games adalah mereka yang diajukan pengurus cabang," kata dia.

    KONI sebagai induk organisasi, kata Mulyana, berharap persoalan PAL segera selesai sehingga tidak ada lagi dualisme kepengurusan dalam satu program. Apabila semua sudah beres, pembinaan olahraga berjalan lancar, Mulyana optimistis prestasi olahraga Indonesia dapat ditingkatkan baik dalam Asian Games 2010 di Guangzhou November mendatang, SEA Games 2011 di Jakarta, maupun Olimpiade 2012 kelak.

    INA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.