NBA Terancam Rugi Rp 3,37 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/LM Otero

    AP Photo/LM Otero

    TEMPO Interaktif,Dallas:Komisioner NBA David Stern mengatakan liga memproyeksikan kehilangan sekitar US$ 400 juta (Rp 3,37 triliun) musim ini, dan telah kehilangan jutaan dolar setiap tahunnya dari kontrak kerja tahun ini.

    Stern mengatakan NBA telah memperlihatkan asosiasi pemain NBA harapan untuk mendemonstrasikan kenapa liga menginginkan perubahan yang signifikan dalam perjanjian selanjutnya.

    Perjanjian kolektif akan berakhir pada Juli 2011. Laga All Star pekan ini digelar di tengah-tengah kabar burung bahwa pemain dan manajemen berseberangan terkait soal isu-isu dan pertikaian tenaga kerja atau bahkan pemecatan di liga pada masa depannya.

    Proposal awal liga untuk menggantikan perjanjian yang akan berakhir tahun depan dibatalkan setelah Billy Hunter, direktur serikat pemain NBA, menyebut pertemuan berjalan panas selama 90 menit. Hunter mengatakan proposal yang disebut sebagai perubahan kejam akan mempengaruhi setiap pemain NBA.

    Stern, dalam konferensi pers All-Star mengatakan perubahan itu mungkin terlihat kejam. Namun liga mempercayai aksi signifikan ini harus diambil. “Kata sifat hak telah diambil dan proposal kami telah diumumkan. Respon kami adalah “Anda bisa saja menganggap remeh hal ini, merobeknya, membakar, anda bisa berloncatan atau jatuh. Itu sepanjang Anda mengerti ini berhubungan erat denga fakta finansial yang sedang kami hadapi,” tegas Stern, Minggu (14/2).

    “Dan jika Anda ingin mendapatkan proposal sendiri, sepanjang itu bisa sejalan dengan fakta finansialnya kami tidak mempunyai masalah. Itu yang kami ingin lakukan,” tambah Hunter.

    Hunter mengatakan bahwa serikat pemain NBA ingin mempertahankan nama NBA. Namun mereka ingin perjanjian yang setimpal. “Saya pikir semua orang mempunyai perasaan yang berbeda. Tidak seorangpun yang ingin melihat hal ini bahwa David Stern telah bekerja dan membangun NBA, yang tidak ingin kami hancurkan atau rusak,” kata Hunter.

    “Jadi kami akan berusaha untuk menyelesaikan perjanjian. Kami hanya ingin perjanjian yang lebih adil dan perjanjian yang tidak mempunyai struktur yang menindas,” tutup Hunter.

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.