Jelang Proliga, Jakarta Electrik PLN Latih Tanding

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim bola voli Jakarta Electrik PLN mengikuti latihan tanding bersama Tim Puteri Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta TNI AU, dan Tektona di kawasan Bekasi mulai Selasa ini hingga Kamis depan.

    Uji tanding ini menjadi salah satu program latihan menjelang putaran kejuaraan Proliga yang akan berlangsung 26 Februari hingga 16 Mei mendatang.

    "Uji tanding selama tiga hari setiap siang," kata Victor Laiyan, Pelatih Tim Jakarta Electrik PLN di sela-sela memberikan pelatihan di kawasan Ragunan, Jakarta, Selasa (16/2). Walapun siang hari uji tanding, Victor menambahkan, latihan fisik pagi tetap dilakukan.

    Dalam pertandingan Proliga, tim asuhan Victor ini diperkuat pemain nasional yang diturunkan di SEA Games 2009 di Laos lalu, seperti Berllian Marsheilla, Netty Diah, Josefin Tahalele, dan Maya Puspita.

    Tim juga diperkuat oleh dua pemain asing dari Thailand, Jutarat Montripilia, yang tahun lalu memperkuat Tim Bogor Prayoga dan Amphorn Haipa. Selain itu, pemain lama Dewi Walandari yang sempat absen dua tahun karena hamil kini kembali berlaga sebagai libero. "Kami mempunyai keuntungan, enam puluh persen pemain adalah pemain yang tahun lalu membuat tim juara," kata Victor.

    Namun, menurut Victor peluang juara untuk tim asuhannya 50 persen. Dua tim lawan Jakarta BNI 46 dan Jakarta Popsivo Polwan, kata Victor cukup berat. "Pemain mereka rata-rata usia muda."

    Untuk itu, dia menambahkan, perlu penerapan strategi saat menghadapi lawan-lawannya nanti. "Ada kemungkinan posisi pemain diubah-ubah sesuai kondisi di lapangan nanti misalnya, Marsheilla yang di tim nasional menjadi libero, di tim dipasang sebagai spiker," kata Victor.

    Latihan yang sudah dimulai sekitar dua minggu yang lalu ini, menurut Victor bertujuan untuk menyatukan kembali para pemain sehingga terjalin kekompakan bermain, menaikkan stamina fisik, dan memperkuat teknik servis dan pasing pemain.

    RINA WIDIASTUTI
      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.