Lima Petenis Meja Dikirim ke Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yon Mardiyono melawan Tang Hov pada pertandingan penyisihan Tenis Meja Beregu Putra Sea Games XXV di  Laos, Selasa (8/12). Yon menang dengan skor 11-5, 11-1, 11-7 sekaligus mengantarkan kemenangan Indonesia. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Yon Mardiyono melawan Tang Hov pada pertandingan penyisihan Tenis Meja Beregu Putra Sea Games XXV di Laos, Selasa (8/12). Yon menang dengan skor 11-5, 11-1, 11-7 sekaligus mengantarkan kemenangan Indonesia. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO Interaktif, Jakarta!--  Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) akan kembali mengirim lima atletnya untuk berlatih di China. Pengiriman para petenis meja ini merupakan upaya PMSI agar cabang ini bisa berjaya di SEA Games 2011.


    “Kali ini yang akan kita kirim adalah tim putra yang terdiri dari lima petenis meja berusia muda. Kami harapkan mereka bisa menggantikan para seniornya dan sudah matang untuk berlaga di SEA Games 2011,” kata pelatih tim tenis meja putra, Tony Meringgi, Rabu (17/2).

    Lima petenis meja yang akan berlatih di China itu adalah Ficky Supit, Agus Fredy, Dony Prasetyo, Gilang Maulana, dan Julius Dwi Cahyo. Para petenis meja muda ini merupakan para petenis meja yang sudah berprestasi di tingkat junior. “Mereka terbaik di Indonesia di tingkat junior. Dari semifinalis hingga para juara. Usia mereka rata-rata 20 tahun,” kata Tony.

    Ficky dan kawan-kawan rencananya akan berangkat ke China pada 5 Maret mendatang. Tempat berlatih yang akan dituju adalah klub tenis meja Lunang, di Kota Shantung, sekitar 30 menit dari Beijing.

    Hampir setiap tahun cabang tenis meja memang mengirimkan para atletnya untuk berlatih di China. Namun selama ini prestasi yang mereka peroleh belum cukup mengesankan. Pada SEA Games Laos Desember tahun lalu, tenis meja hanya menyumbang satu medali perunggu dari nomor beregu putra.

    Salah satu penyebab kegagalan pelatnas di China adalah para petenis meja Indonesia biasanya dikirim tanpa pelatih Indonesia atau manajer yang mendampingi. Mereka langsung berlatih dengan para pelatih China. Akibatnya para atlet ini sering menemui masalah, terutama masalah-masalah non-teknis di luar latihan.

    Agar tidak mengulangi kesalahan itu, lima atlet muda ini akan didampingi sendiri oleh Tony. “Kehadiran saya perlu untuk mengawasi kehidupan mereka di luar latihan. Mereka masih muda. Jangan sampai kejenuhan mereka berlatih akan membawa mereka ke pergaulan yang salah di China. Kami tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu,” ungkap Tony.

    Selain berlatih rutin, para petenis ini juga akan diikutkan dalam kejuaraan dunia tenis meja di Moskow pada Mei dan kejuaraan Asia Tenggara pada Agustus. Jika hasil yang diperoleh dalam dua try out itu bagus, kemungkinan lima petenis meja ini akan terus berlatih di China hingga tahun depan.

    “Bahkan kalau diperbolehkan Komite Olimpiade Indonesia, kami ingin tampil di Asian Games. Karena Asian Games kan diselenggarakan di China juga,” kata Tony.

    ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?